Senin, 31 Juli 2017

Kesempatan Untuk Berubah

Kesempatan untuk Berubah

Posted: 29 Mar 2016 01:13 PM PDT

Jika engkau merasa kurang terpuji dalam akhlak,

Berikan dirimu kesempatan untuk berubah.


Jika engkau melihat suamimu punya kekurangan,

Berikan ia kesempatan untuk berubah.


Jika engkau memandang anakmu belum sepenuhnya baik,

Berikan ia kesempatan untuk berubah.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


إنما العلم بالتعلّم والحلم بالتحلّم


“Ilmu diperoleh dengan belajar, dan kelembutan diperoleh dengan melatih diri bersikap lembut.”

(HR. Ibnu Majah)


Ilmu diperoleh dengan belajar.

Akhlak yang baik diperoleh dengan membiasakan diri berakhlak baik.


Selagi masih hidup,

Setiap orang punya kesempatan untuk menjadi lebih baik.


Rasulullah memberikan kesempatan kepada Umar untuk berubah.

Hingga menjadi salah seorang yang teristimewa di sisi Rasulullah.


Rasulullah memberikan kesempatan kepada Khalid untuk berubah.

Jadilah ia Sang Pedang Allah yang Terhunus


Rasulullah memberikan kesempatan kepada Hindun untuk berubah.

Hindun menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah.


Rasulullah memberikan kesempatan kepada si anak Yahudi untuk berubah,

“Maukah engkau masuk Islam?”


Jangan tutup pintu masa depan

Untukmu,

Untuk suamimu,

Untuk anak-anakmu.


Itulah sejatinya keluarga yang bahagia

Bukan yang pada asalnya sempurna

Tetapi yang saling mendukung untuk berubah

Menjadi … lebih baik.


*

Mari berdoa,


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ


وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ


وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ


وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي


وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفنَّيِ غَيْرَ مَفْتُوْنٍ


وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ


وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ


وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إَلَى حُبِّكَ


Ya Allah, mohon berilah aku petunjuk untuk mengerjakan kebaikan,

Meninggalkan keburukan,

Dan mencintai orang-orang miskin.

Mohon ampuni aku dan rahmati aku,

Dan jika Engkau menurunkan ujian kepada hamba-Mu, wafatkanlah aku dalam keadaan selamat dari ujian itu.

Aku mohon cinta-Mu,

Cinta dari orang-orang yang mencintai-Mu,

Dan bantulah aku untuk mencintai setiap amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu.


(HR. Ahmad dan Tirmidzi; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykatul Mashabih)

Tafsir An Naas

┏🌸━━━━━━━━━━━┓

●      T A F S I R      ●

┗━━━━━━━━━━━🌸┛



بــــــــسم اللّٰه الرحمن الرحيم



قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ{ ١ }

مَلِكِ النَّاسِ { ٢ }

إِلٰهِ النَّاسِ { ٣ }

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ { ٤ }

الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ النَّاسِ { ٥ }

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ { ٦ }



_____________

● Terjemah :


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia

2. Raja manusia

3. Sembahan manusia. 

4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

6. dari (golongan) jin dan manusia


__________

● Tafsir :


🍃 Surat ini mengandung isti'adzah pada Rabb, raja dan sesembahan manusia, dari syaithan yang merupakan pangkal bahkan inti semua kejahatan.


🍃 Diantara fitnah dan kejahatan syaithan yaitu membisikkan was² dalam dada manusia. 

Dijadikannya kejahatan itu indah dalam pandangan mereka dan membangkitkan keinginan untuk mengerjakannya. 

Serta dijadikannya kebaikan itu buruk dan menahan mereka untuk mengerjakannya. 

Bahkan ditampakkan kebaikan itu dalam rupa yang tidak sebenarnya. 


🍃 Demikianlah selamanya, dia terus membisikkan kejahatan, 

dan mundur jika seseorang mengingat Rabbnya serta memohon pertolongan-Nya untuk mengusirnya.


✅ Maka hendaknya manusia itu senantiasa meminta pertolongan dan perlindungan dengan sifat rububiyah Allah.

Seluruh makhluk berada dibawah rububiyah dan kekuasaan Allah, semua yang melata di alam ini, Dialah yang memegang ubun² nya.


✅ Hendaknya juga mereka meminta perlindungan dengan sifat² uluhiyah-Nya, yang untuk itulah Allah ciptakan mereka.

Sehingga tidaklah sempurna tujuan penciptaan itu melainkan dengan menjauhkan kejahatan musuh mereka yang senantiasa menghalangi dari tujuan tersebut dan menjadikan mereka golongannya sebagai penghuni neraka yang menyala².


🍃 Was² ini ditimbulkan oleh jin dan manusia. Oleh karenanya Allah berfirman 

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.


(dari golongan jin dan manusia).



والله أعلم بالصواب



📚 Faedah tafsir surat An Naas,

dari kitab Taisir al Kariimir Rahman fii Tafsir Kalamil Mannan, karya Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir as Sa'di rahimahullah.


📝 Catatan taklim ba'da Ashar Ma'had Al Jurumiyah Tangerang 

💺 oleh Al Ustadz Amr bin Suroif hafizhahullah. 



📖 bit.ly/CatatanTajwid

Niat Yang Cerdas

❤ NIAT YANG "CERDAS" ❤ 


💬 'Abdullah bin Al-Mubarak berkata: 

🔹 "Betapa amal yang sedikit, (pahalanya) menjadi Agung, dengan sebab NIAT ... 

🔹 Dan betapa banyak amal yang agung, (pahalanya) menjadi sangat sedikit, dengan sebab NIAT."

~•~•~•~•~ 


❤ NIAT adalah perkara yang agung 

❤ NIAT adalah ibadah HATI, yang tidak diucapkan oleh orang yang berniat 

❤ Dan tergantung NIAT, amalan para hamba berbeda-beda (pahalanya). 

~•~•~•~•~


👉🏻 Misalnya:


👤 A. Orang pertama berwudhu untuk shalat, dengan niat: 

1⃣ Berwudhu untuk shalat saja.


👤 B. Orang kedua, berwudhu untuk shalat, dengan niat: 

1⃣ Berwudhu untuk shalat. 

2⃣ Menjalankan perintah Allah. 


👤 C. Orang ketiga, berwudhu untuk shalat, dengan niat: 

1⃣ Berwudhu untuk shalat. 

2⃣ Menjalankan perintah Allah.

3⃣ Mempraktekkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.


👤 D. Orang keempat, berwudhu untuk shalat, dengan niat: 

1⃣ Berwudhu untuk shalat. 

2⃣ Menjalankan perintah Allah.

3⃣ Mempraktekkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

4⃣ Menghapuskan dosa-dosanya dengan wudhu. 

👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


➡ Keempat orang tadi berwudhu dengan cara yang sama, dan wudhu mereka semua benar ... 

➡ Namun terdapat perbedaan pada pahala & kedudukan antara keempat orang tersebut ... 

➡ Hal itu karena perbedaan pada niat, serta perasaan "menghadirkan hati" dalam beribadah.


👉🏻 Allah ta'ala berfirman: 

💎 "Allah mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman & orang yang berilmu di antara kalian, dengan kelebihan beberapa derajat."

~•~•~•~•~ 


💝 Salahsatu sebab diangkatnya kedudukan orang yang berilmu; karena mereka tahu bagaimana cara memetik pahala yang paling besar ... 

💝 Perbaharuilah niatmu, dan "hadirkanlah hati" dalam beribadah kepada Sang Rajanya para raja ... 

💝 Perbaikilah niatmu ... Niscaya pahalamu akan berlipat ganda.

〰〰〰〰〰〰〰〰 


🌾 Arfah Ummu Faynan

🇸🇦 Makkah, 18021437H 


Via: Prof. Dr. Afnan bint Muhammad Tilmisani

https://mobile.twitter.com/AfnanTilmisani/status/671066198117847044/photo/1

*****

Pujian Manusia

# Pujian Manusia #


"Orang berakal tidak akan memperhatikan pujian dan sanjungan manusia kepadanya karena ia lebih mengetahui kekurangan dirinya sendiri dibanding dengan mereka.


Dia tidak akan meninggalkan pengetahuan yang yakin terhadap keadaan dirinya dengan memilih prasangka baik manusia kepadanya."


[Syaikh Abdurrazaq Al Badr Hafidzahullah]

Persahabatan Akhirat

Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu* 


اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ


_"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa."_ (Qs. Az-Zukhruf 67) 


Ibnu Katsir rahimahullah berkata : _"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya."_ (Tafsir Ibnu Katsir) .


Imam Syafi'i berkata : _“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari *'teman baik' itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”*_


Semoga Allah senantiasa  membimbing kita bersahabat karenaNya.

Tadabbur Al Mulk

TADABBUR SURAT AL MULK… PART # 3*



​Telah kita ketahui makna Tabaroka. Allah berfirman:


تبارك الذي بيده الملك وهو على كل شيء قدير


*Maha berkah Allah yang ditanganNya kerajaan. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.*


Kerajaan Allah berkah dipenuhi dengan kebaikan yang tak pernah ada habis habisnya dan Ini menunjukan kepada sifat qudroh (kuasa). Maka dia maha kuasa atas segala sesuatu. 

Kuasa untuk menciptakan kerajaanNya yang amat luas. Menciptakan langit dan bumi. Menciptakan Arasy dan kursi. Dan sifat qudroh berkonsekwensi kepada sifat ilmu dan hikmah. 


Lalu Allah berfirman:


الذي خلق الموت والحيوة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور


*Dia yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapa yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Aziz lagi Maha Ghofuur.*


Ayat ini masih berhubungan dengan sifat qudrohNya. Artinya Dia kuasa untuk menciptakan kematian dan kehidupan. 

Allah mendahulukan kematian dari kehidupan karena beberapa hal:


1. Kematian lebih dekat kepada sifat qudroh, karena ayat sebelumnya menyebutkan tentang qudroh Allah.


2. Karena kehidupan didahului oleh ketidakadaan. Dan itu disebut kematian.


3. Karena penyebutan kematian lebih memberi motivasi untuk memperbaiki amal. Oleh karena itu Allah mengatakan: agar menguji kalian siapa yang lebih baik amalnya. 


Kemudian Allah menyebutkan hikmah dari menciptakan kematian dan kehidupan:


ليبلوكم أيكم أحسن عملا


*"Agar Allah menguji siapa diantara kalian yang paling baik amalnya.”*


_*Allah tidak mengatakan: siapa yang paling banyak amalnya. Tapi siapa yang paling baik amalnya.*_


Fudlail bin Iyadl berkata, “Yang paling baik amalnya adalah yang paling ikhlas dan paling benar.”


Beliau berkata lagi menjelaskan, “Amal apabila ikhlas tapi tidak benar tidak akan diterima. Dan apabila benar tapi tidak ikhlas juga tidak akan diterima. Ikhlas adalah hanya karena Allah semata, dan benar adalah sesuai dengan sunnah (tuntunan Nabi).”


Maka kita berusaha beribadah kepada Allah dengan sebaik baiknya. Dalam sholat misalnya dijaga syarat-syarat, rukun, kewajiban dan sunnahnya. Dalam puasa berusaha untuk menjauhi hal yang sia-sia dan menghiasinya dengan ibadah. Dalam zakat dengan mengeluarkan harta yang baik bukan harta yang jelek. Dan sebagainya.

Berusaha mencari amal yang paling utama karena lebih besar pahalanya.


Mempergunakan waktu waktu yang utama untuk beramal. Dan tempat tempat yang utama untuk beramal shalih seperti di Makkah dan Madinah.


Mendahulukan perkara yang wajib dari yang hukumnya sunnah. Mendahulukan yang lebih besar mashlahatnya dari yang tidak demikian.


✍ *Ustadz Abu Yahya Badru Salam,*  حفظه الله تعالى 


🌐 *BBG Al Ilmu*

Kematian

*RENUNGAN*


_"Kematian adalah hal yang paling jauh dari pikiran kita, walaupun sebenarnya ia lebih dekat dari segala yang dekat dengan kita."_


*(Syaikh Ali Musthafa Thantawi dalam Hadits An-nafs: 284)*


*Catatan* :

Benar.. Disadari atau tidak, kematian adalah sesuatu yang paling jauh dari pikiran kita.

Contoh sederhananya ketika rayuan untuk bermaksiat memanggil, jiwa yang lalaipun segera menyambutnya sambil berguman, "masih ada waktu esok untuk bertaubat". Namun ternyata kematian lebih cepat datangnya dari semua rencana itu.


Andai kematian melekat dalam ingatan, pastilah diri akan selalu terjaga dan tak mudah goyah dalam gelombang fitnah. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah -_shallallahu alaihi wasallam_ menyuruh ummatnya untuk banyak mengingat kematian yang diilustrasikannya sebagai penghancur kenikmatan. 


Karena kematian berfungsi sebagai *tali kekang yang paling kuat untuk menahan dorongan nafsu liar manusia dari berbagai perbuatan yang membinasakan.*


_Wallahu a'lam_


*ACT El-Gharantaly*


•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•

*Broadcasted* by Islam itu Indah

- Instagram: @islamituindah.id

- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x

- Telegram channel: @islamindah

- web : www.islamituindah.id