Senin, 31 Juli 2017

Rumah Berantakan

Rumah berantakan, 

Piring-piring kotor,

Pakaian kotor yg harus dicuci,

Lantai tidak pernah bersih, 

Anak2 yang tak pernah bisa diam,

Tak pernah punya waktu santai meski hanya dengan membaca buku sambil menikmati secangkir kopi hangat tanpa terusik?


Untuk semua pekerjaan ini, waktu rasanya tidak pernah cukup. Walau mengurus anak sambil memasak dan membereskan rumah sekaligus, pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.


Saat berkaca nampak seorang wanita asing bertampang lusuh, rambut kusut, kurang tidur... dimanakah diriku dulu yang cantik dan percaya diri?

Tekadang diri ini bertanya, mengapa ALLAH memilihku untuk mengasuh tiga anak2ku ini?

Yah, saya memang hanya seorang manusia dan seorang ibu rumah tangga, tapi kenyataannya saya ini juga seorang sopir ojek, koki, tukang bersih2, guru, manajer keuangan, wasit dari pertengkaran anak2 dan perawat juga dokter yg pandai merawat dan menyembuhkan.


Kadang2, muncul di dalam diriku perasaan lelah, kesepian dan merasa tidak dihargai.

Kemudian di tengah kejenuhan, luapan emosi dan perasaan yg tak terkendali ini anak-anakku memandangku dan berkata, “Ibu, aku sayang ibu” tepat di saat ku membutuhkannya dan … tetiba diri ini merasa BAIK-BAIK SAJA! Yah... semua ini tidak akan berlangsung selamanya!

Anak-anak akan segera menjadi besar,

Mungkin nanti diriku akan merindukan masa kanak2 mereka yg hilang. Momen2 dimana mereka terus mengikuti tak peduli kemana ku pergi walau hnya ke kamar mandi. Saat2 mereka berebutan untuk bercerita kejadian menarik mereka setelah pulang sekolah. Ketika mereka merengek dan meminta siapa yang tidur di sebelahku malam ini.. atau sekedar merajuk minta dibuatkan ayam goreng ato puding agar ?


Seorang ibu seringkali merupakan super woman di rumah karena begitu banyak yg harus dilakukannya, termasuk mengasuh tambahan satu anak lagi yg dipanggilnya suami.

Dan seringkali sebagai seorang suami dan anak2 tidak menyadari bagaimana capeknya baik fisik maupun perasaan dari seorang ibu yg mengasuh anak2 yg penuh energi, terus bergerak dan hanya diam setelah kehabisan energi yaitu tidur. 

Dan di masa2 ketenangan seperti itu, seorang ibu yg juga ingin istirahat seringkali harus melakukan sesuatu yg tidak bisa dilakukan saat anak-anak bangun, seperti membersihkan/merapikan rumah, meracik dan menyiapkan bumbu masakan. Dan tidak lama saat mereka berenergi penuh lagi, rumah yg baru saja bersih, jadi seperti tidak pernah dibersihkan. Berantakan lagi...


Hargailah ibumu yang telah menjalani proses luar biasa dalam menemani dan membesarkanmu.

Dan untuk para suami, hargai juga peran istrimu yang telah bekerja keras tetapi mungkin engkau tidak tahu betapa berat hari2 yang telah dilaluinya...meski hanya dengan sebuah belaian/pelukan di penghujung malam. Atau sedikit usaha untuk meringankan beban istri di rumah, sekurang-kurangnya ucapan terimakasih..niscaya hal sepele itu akan mjd pemompa semangatnya dalam menggeluti hari demi hari. 


Dan untukmu ibu, tatalah hati dan perbaikilah niat semata mata utk mengharap keridhoan Allah. Berbakti dan berkhidmat pd suami, mendidik dan mengasuh anak-anak, mengatur urusan rumah tangga, dan lain sebagainya jadikanlah sebagai aktivitas ibadah. Jerih payah kita tidak akan sia-sia. Maka berbahagialah mengemban amanah.... anak2 adalah investasi dunia dan akheratmu..mereka adalah sumber pahala yg akan terus mengalir meski hingga ke liang kubur. 


Semoga Allah memudahkan kita dalam memikul amanah dan semua tugas2 ini.. 


#dimasaitu

#catatanhatiiburumahtangga


Copas Kurniaty Prayuni

Cabut Duri Hatimu

Cabut Duri di Hatimu

By: Ust DR. Syafiq Basalamah 

~^~
Akhi Ukhti…
.
Salah omong
Salah bertingkah
Salah faham
Itu semua wajar Biasa…
Namanya juga manusia…
.
Kalau ada saudara kita yang minta maaf atas kesalahannya
Hati yg besar akan mudah memberikan maaf
Kemudian kalau dia mengulangi kesalahannya
Kadang kita mulai enggan memaafkan
.
Namun seharusnya kita tetap memaafkan Karena kitapun sering mengulangi kesalahan yang sama pada Allah
Dan Allah tetap menerima kita
.
JANGAN SOK SUCI.
SEAKAN DIRIMU TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH
.
Bacalah dengan seksama hadits di bawah ini
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:
.
(
ﺀﺎﺟ ﻞﺟﺭ ﻰﻟﺇ ﻲﺒﻨﻟﺍ - ﻰﻠﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ - ﻝﺎﻘﻓ : ﺎﻳ ﻝﻮﺳﺭ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻛ ﻮﻔﻌﻧ ﻦﻋ ؟ﻡﺩﺎﺨﻟﺍ ﺖﻤﺼﻓ ، ﻢﺛ ﺩﺎﻋﺃ ﻪﻴﻠﻋ ﻡﻼﻜﻟﺍ ﺖﻤﺼﻓ ، ﺎﻤﻠﻓ ﻥﺎﻛ ﻲﻓ ﺔﺜﻟﺎﺜﻟﺍ ﻝﺎﻗ : ﺍﻮﻔﻋﺍ ﻪﻨﻋ ﻲﻓ ﻞﻛ ﻡﻮﻳ ﻦﻴﻌﺒﺳ ﺓﺮﻣ ( ) ﻮﺑﺃ ﺩﻭﺍﺩ
.
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, berapa kali kita memaafkan (kesalahan) pembantu?”
.
Lalu beliau pun diam. Kemudian orang itu mengulang perkataannya. Dan Nabi pun masih terdiam.
.
Lalu yang ketiga kalinya beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Maafkanlah dia (pembantu) setiap hari tujuh puluh kali.”
(HR. Abu Dawud)
.
Ingat 70 kali berbuat salah Kita seharusnya tetap memberi maaf
.
MAAF ITU INDAH…
DENDAM DAN SAKIT HATI ADALAH DURI DALAM HATI …
DURI DI KAKI SAJA BUANG…
APALAGI DI DALAM HATI…



Berkah

Memaknai Arti Berkah.


Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.


Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik  berlimpah atau sebaliknya.


Barokah itu: "...albarokatu tuziidukum fii thoah." Barokah itu menambah taatmu kepada الله.


Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.


Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.


Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله ...tiada banding....tiada tara.


Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.


Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.


Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.


Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.


Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah.

.

بَارَكَ اللهُ فِيْك

Berkah

Memaknai Arti Berkah.


Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.


Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik  berlimpah atau sebaliknya.


Barokah itu: "...albarokatu tuziidukum fii thoah." Barokah itu menambah taatmu kepada الله.


Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.


Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.


Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله ...tiada banding....tiada tara.


Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.


Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.


Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.


Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.


Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah.

.

بَارَكَ اللهُ فِيْك

Harmonis Suami Istri

🏡🌺🌈🎒 BIMBINGAN MENJAGA KEHARMONISAN HUBUNGAN SUAMI ISTERI DALAM RUMAH TANGGA


📀🔉 asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah 


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


❓📜 Seorang penanya berkata:

Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- telah berwasiat untuk memperlakukan/mempergauli para wanita (istri-istri kita) dengan baik. Maka bagaimanakah bentuk pergaulan yang baik kepada mereka (para istri) dalam kondisi mereka juga banyak kesalahannya?


🔑 Jawaban:


Bentuk pergaulan yang baik kepada mereka (isteri) :


🌅 Yang pertama, adalah dengan 

🔹bersabar terhadap mereka, 

🔸mengajari mereka, 

🔹mendidik mereka adab yang baik, dan

🔸 menghasung mereka untuk berpegang teguh dengan syari'at, yaitu Al Qur'an dan Sunnah.


🅾 Kemudian setelah itu, dengan menunjukkan kasih sayang kita kepada mereka:

🔹Dengan perkataan yang indah

🔸pergaulan yang baik

🔹memberikan hadiah, dan yang semisalnya


🌺 Kemudian juga dengan berlemah lembut kepada mereka ketika muncul dari mereka sebuah kesalahan, karena wanita (isteri itu) memikul tanggung jawab pekerjaan rumah tangga yang terkadang menimbulkan rasa tertekan pada diri mereka sehingga menyebabkan mereka terjatuh pada kesalahan. 


☀️ Maka yang wajib atas kalian (para suami) adalah berbuat baik kepada mereka, karena Allah -Jalla wa 'Ala- memerintahkan hal ini, Allah berfirman:

"Dan pergaulilah mereka dengan baik!"

(An-Nisa':19)


🏡Ⓜ Allah memerintahkan untuk mempergauli/memperlakukan mereka dengan baik.


⚠ Dan hendaknya engkau menjauhkan diri dari memukul wanita walaupun dia berbuat kesalahan dengan tidak menunaikan hakmu.


🔖 Sesungguhnya 'Aisyah, ibunda kaum mu'minin, -radhiyallahu 'anha- berkata:

"Tidak pernah sekalipun Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- memukul wanita (isterinya) maupun pelayan dengan tangan beliau."


☝ Dahulu beliau -'alaihi ash-sholatu wa as-salaamu- terkadang memberikan hukuman kepada istri-istri beliau (dalam rangka mendidik, pen) dalam bentuk hajr (boikot) jika mereka berbuat kesalahan.


🌻 Maka engkau -wahai saudara penanya-, wajib atasmu untuk bersikap baik dengan perkataan maupun perbuatan, maka engkau akan mendapati kebaikan dari istrimu -in sya Allah Tabaraka wa Ta'ala-.


🍁 Jika engkau bersabar, engkau akan bisa bersenang-senang dengan wanita di atas kebengkokan yang ada pada dirinya.


Jika engkau tidak mampu bersabar, engkau gelisah dan marah lalu engkau berusaha untuk "meluruskan" nya, maka bisa jadi engkau akan "mematahkan" nya yang itu bermakna menceraikannya.


📂 Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

"Janganlah seorang mu'min membenci seorang mu'minah. Jika dia membenci dari dirinya suatu akhlak, dia akan ridha akhlak yang lain yang ada padanya."


Maka yang wajib atasmu, jika engkau melihat dari istrimu sesuatu yang membuatmu tidak suka/benci, maka ingatlah amalan-amalan baiknya, sesungguhnya hal itu bisa menghilangkan kesedihanmu dengan izin Allah -Tabaraka wa Ta'ala-.


🔑🏡 Kesimpulan dari ini semua, hubungan suami istri akan bisa langgeng dengan baiknya pergaulan di antara keduanya."


💻 http://ar.miraath.net/fatwah/10966


••••••••••••••••••••••

🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya 

📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya


~~~~~~~~~~~~~~~~

Rumah Nyaman Dan Lingkungan Baik

🚝🏡🗻 AGAR RUMAH MENJADI TEMPAT YANG NYAMAN dan LINGKUNGAN YANG BAIK


asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah 


.................................


Dalam Islam telah disyari'atkan hukum-hukum yang menjamin hak-hak isteri,  sehingga menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman dan menjadi lingkungan yang shalih.

⛵ Perlu diketahui bahwa hukum-hukum dan syari'at-syari'at tersebut tidak hanya berlaku khusus untuk isteri,  tapi berlaku untuk kedua suami isteri. 

👝 Namun peran wanita/isteri padanya LEBIH BESAR, karena dia sebagai tiang utama sebagaimana kami sebutkan.

🌳 Mengingat pula tema pembahasan kita kali ini adalah tentang wanita dan perannya dalam pendidikan keluarga,  maka perlu menunjukkan peran tanggung jawab wanita dan sarana-sarana yang mengantarkannya, di antaranya :


1⃣ Taat sepenuhnya kepada suami dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah. 

√ Ketaatan kepada suami merupakan dasar kelanggengan rumah tangga. Karena kepemimpinan ada pada kaum pria. 


Allah berfirman,

{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ…} [النساء: 34]

"Kaum laki-laki adalah pimpinan bagi kaum wanita .... " (an-Nisaa' : 34)


Tidak terwujud kepemimpinan tanpa ada ketaatan.  .... Rumah laksana madrasah atau kantor. Kalau seorang kepala sekolah/kantor dalam sebuah lembaga atau madrasah punya para pegawai yang tidak mau mentaatinya apakah mungkin aktifitas akan berjalan?!  Demikian pula rumah tangga. 


↪ Mentaati suami adalah kewajiban syar'i,  seorang wanita akan diberi pahala jika dia melaksanakannya. 

🔹 Bahkan kita dapatkan keterangan dalil bahwa ketaatan kepada suami LEBIH DIKEDEPANKAN di atas ibadah nafilah. Nabi — shallallahu alaihi wa sallam — bersabda,


(لا تصوم المرأة وبعلها شاهد إلا بإذنه) متفق عليه

"Seorang isteri jangan berpuasa (nafilah) ketika suaminya ada kecuali dengan seizinnya." Muttafaqun 'alaihi. 


🌙 Ini menunjukkan pentingnya mentaati suami,  sampai-sampai itu lebih dikedepankan di atas ibadah puasa nafilah. 


(bersambung) 


📜 dari tulisan berjudul :

"Peran Wanita dalam Pendidikan Keluarga"


••••••••••••••••

🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya 

📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya


~~~~~~~~~~~~

Fiqh Islami (3)

🎒⌚ TUGAS SEORANG MUSLIM


(… lanjutan "Pentingnya Fiqh Islami" … - 3 - )


🔅 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah


-----------------------------------------------------------------


🔐 "Maka tugas seorang muslim adalah :


✏ menuntut/mencari ilmu, mempelajari/mendalami agama, memandang dengan teliti,  


✏ memiliki perhatian terhadap Kitabullah, menghadap kepadanya, dan mentadabburinya, serta mengambil manfaat darinya.


✏ memiliki perhatian terhadap sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, mempelajarinya, mengamalkanya, dan menghafal apa yang mudah darinya.


🌌🌑 Barangsiapa yang berpaling dari dua dasar ini dan melalaikannya, maka itu adalah petanda dan alamat bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan padanya, dan itu adalah alamat kebinasaan dan kehancuran, serta alamat hati telah rusak dan menyimpang dari hidayah.


Kita memohon kepada Allah keselamatan dan penjagaan dari segala yang membuat-Nya murka.


📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/7


••••••••••••••••••

🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya 

📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya


~~~~~~~~~~~~~~~