Rabu, 24 Agustus 2016

Parenting Nabawi

Parenting Nabawi (2): Menjaga Kebersihan Anak
WanitaSalihah.Com 24 Agt 2016

Kebersihan badan dan pakaian dari kotoran dan najis adalah sesuatu yang dituntut dalam Islam. Bahkan menjadi syarat untuk melakukan berbagai amalan ibadah utama seperti shalat.
Islam juga mensyariatkan penampilan terbaik, bersih, rapi, jauh dari kesan kumuh dan jorok.
Allah Ta’ala memerintahkan hambaNya agar memperbagus penampilan saat pergi ke masjid. Allah Ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.”(QS. Al- A’raf: 31)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini,

ولهذه الآية وما ورد في معناها من السنة يستحب التجمل عند الصلاة ولا سيما يوم الجمعة ويوم العيد والطيب لأنه من الزينة والسواك لأنه من تمام ذلك

“Berdasarkan ayat ini dan makna yang ditunjukkan oleh hadis-hadis Nabi, dianjurkan bagi seseorang untuk memperindah diri (memperbagus penampilan) ketika shalat terlebih bila di hari Jum’at dan hari raya. Juga disunnahkan memakai wangi-wangian (bagi laki-laki) karena ini termasuk zinah (perhiasan) dan bersiwak karena (dengan kebersihan gigi) penampilan makin sempurna.”(Tafsir Ibnu Katsir)

Di ayat lain Allah Ta’ala perintahkan,

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

“Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS. Al Muddatstsir: 4)

Ibnu Sirin berkata,

أي غسلها بالماء

“Yaitu mencuci pakaian dengan air.” (Tafsir Ibnu Kastir)

Ayat-ayat diatas menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan kebersihan, kerapian dan keindahan. Namun sangat disayangkan, sebagian orangtua melalaikan kebersihan anak-anaknya. Baju mereka dibiarkan kotor, wajah dan rambut dibiarkan berdebu, belum lagi ingus bersampur debu dibiarkan begitu saja tanpa diseka, mengundang lalat bertengger di atas hidungnya, ditambah aroma tak sedap dari air liur anak yang tidak dibersihkan. Orang tua seperti ini tidak memperhatikan perintah Rasulullah shallallahu’alaihii wasallam yang menganjurkan kebersihan badan dan pakaian.

Lanjut...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar