Tampilkan postingan dengan label dzulhijjah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dzulhijjah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2015

Puasa Qadha Di Saat Puasa Arafah

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

๐Ÿ” HUKUM  PUASA 'ASYURA ATAU ARAFAH BAGI ORANG YANG MEMILIKI HUTANG PUASA (RAMADHAN)


✒ Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah


❓Pertanyaan:

"Wahai Syaikh yang mulia.
Bagaimana pendapat anda tentang seseorang yang memiliki hutang puasa (Ramadhan), kemudian ia  menjumpai hari Arafah atau hari 'Asyura dan ia ingin berpuasa pada hari tersebut dan menunda qadhanya?"

๐Ÿ’กJawaban:

"Kami memandangnya tidak mengapa seseorang berpuasa Arafah atau 'Asyura dalam keadaan ia masih memiliki hutang puasa Ramadhan, karena waktu membayar hutang itu luas (panjang) sampai jumlah hari hutang puasa, sebelum Sya'ban berakhir.

✅ Akan tetapi, kita lebih memilih untuk mendahulukan puasa qadha dan berpuasa pada hari Arafah dengan niat puasa qadha.

☝๐ŸพDan tatkala ia berpuasa dengan niat qadha, dia akan mendapatkan 2 pahala; 
✅ Pahala puasa Arafah dan 
✅ pahala puasa qadha.

๐Ÿ”– Dan adapun puasa 6 hari di bulan Syawwal, maka ia tidak akan mendapatkan pahala puasa tersebut kecuali sampai menyempurnakan puasa Ramadhannya.

☝๐Ÿพ Hal itu dikarenakan puasa 6 hari Syawwal mengiringi Ramadhan, berdasarkan sabda Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…,
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dia mengiringinya dengan  puasa 6 hari di bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh."

๐Ÿ“– Sumber: 
Silsilah Liqa`atil babil maftuh>Liqa`ul babil maftuh [77] 
Puasa >Puasa sunnah 

------------------------------

๐Ÿ” ุญูƒู… ู…ู† ุตุงู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ุฃูˆ
 ุนุฑูุฉ ูˆุนู„ูŠู‡ ู‚ุถุงุก 

❓ ุงู„ุณุคุงู„:

ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ، ู…ุง ุฑุฃูŠูƒ ููŠู…ู† ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ุตูŠุงู… ู‚ุถุงุก ูุฃุฏุฑูƒู‡ ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ، ุฃูˆ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก، ูˆุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุตูˆู…ู‡، ูˆูŠุคุฎุฑ ุงู„ู‚ุถุงุก؟

๐Ÿ’ก ุงู„ุฌูˆุงุจ:

ู†ุฑู‰ ุฃู†ู‡ ู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ูŠุตูˆู… ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ، ุฃูˆ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก، ูˆุนู„ูŠู‡ ู‚ุถุงุก؛ ู„ุฃู† ูˆู‚ุช ุงู„ู‚ุถุงุก ู…ูˆุณุน ุฅู„ู‰ ุฃู† ูŠุจู‚ู‰ ู…ู† ุดุนุจุงู† ุจู…ู‚ุฏุงุฑ ู…ุง ุนู„ูŠู‡ ู…ู† ุงู„ุตูˆู…، 

☝๐Ÿพ ู„ูƒู†ู†ุง ู†ุฎุชุงุฑ ุฃู† ูŠุจุฏุฃ ุจุงู„ู‚ุถุงุก، ูˆูŠุตูˆู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ุจู†ูŠุฉ ุงู„ู‚ุถุงุก، ูˆุฑุจู…ุง ุฅุฐุง ุตุงู…ู‡ ุจู†ูŠุฉ ุงู„ู‚ุถุงุก ูŠุญุตู„ ู„ู‡ ุงู„ุฃุฌุฑุงู†: ุฃุฌุฑ ุตูˆู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ูˆุฃุฌุฑ ุงู„ู‚ุถุงุก

๐Ÿ”– ูˆุฃู…ุง ุตูŠุงู… ุงู„ุณุช ู…ู† ุดูˆุงู„، ูู„ุง ูŠู†ุงู„ ุซูˆุงุจู‡ุง ุฅู„ุง ุฅุฐุง ุฃุชู… ุตูŠุงู… ุฑู…ุถุงู†، ูˆุฐู„ูƒ ู„ุฃู† ุงู„ุณุช ุชุงุจุนุฉ ู„ุฑู…ุถุงู†؛

☝๐Ÿพ ู„ู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…-:«ู…ู† ุตุงู… ุฑู…ุถุงู† ุซู… ุฃุชุจุนู‡ ุณุชุงً ู…ู† ุดูˆุงู„ ููƒุฃู†ู…ุง ุตุงู… ุงู„ุฏู‡ุฑ».

๐Ÿ“– ุงู„ู…ุตุฏุฑ: ุณู„ุณู„ุฉ ู„ู‚ุงุกุงุช ุงู„ุจุงุจ ุงู„ู…ูุชูˆุญ > ู„ู‚ุงุก ุงู„ุจุงุจ ุงู„ู…ูุชูˆุญ [77]
 ุงู„ุตูŠุงู… > ุตูˆู… ุงู„ุชุทูˆุน

ุฑุงุจุท ุงู„ู…ู‚ุทุน ุงู„ุตูˆุชูŠ
๐Ÿ’ป http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_077_06.mp3


๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh Aisyah bintu Abu Sa'id Hamzah hafizhahumallah pada hari Senin, 30 Dzulqa'dah 1436 H / 14 September 2015

Sunnah Ya g Terabaikan Di Bulan Dzulhijjah



sahabat fillah..
Memperbanyak takbir, tahlil dan tahmid merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

ู…َุง ู…ِู†ْ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ุฃَุนْุธَู…ُ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุนَู…َู„ُ ูِูŠู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃَูŠَّุงู…ِ ุงู„ْุนَุดْุฑِ ูَุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ูِูŠู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ุงู„ุชَّู‡ْู„ِูŠู„ِ ูˆَุงู„ุชَّูƒْุจِูŠุฑِ ูˆَุงู„ุชَّุญْู…ِูŠุฏِ

“Tidak ada hari-hari yg lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yg sepuluh (sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari itu.” (HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh Ahmad Syakir).

Imam Bukhari mengatakan, "Dahulu Umar -radhiallahu anhu- mengumandangkan takbir di dalam kemahnya saat berada di Mina, lalu penghuni masjid mendengarnya, mereka pun bertakbir, dan orang-orang dipasar pun ikut bertakbir hingga Mina dipenuhi oleh gema takbir"

Alangkah indahnya nuansa Dzulhijjah di zaman itu. Namun sangat disayangkan, amalan penuh berkah itu kini perlahan mulai hilang & terabaikan. Tidak hanya orang awam, bahkan sebagian orang sholeh pun seringkali lalai darinya, sangat jauh berbeda dengan kondisi pada zaman salafussholeh dulu. Oleh karena itu, mari bersama menghidupkan kembali sunnah yang mulia ini. 

Catatan: 

Disunnahkan untuk mengeraskan takbir, baik di jalanan, di pasar-pasar, dan diatas pembaringan sebagaimana praktek salafussholeh. 

Berikut ini beberapa bentuk lafdz takbir yg disunnahkan:

1. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabiiran
2. Allahu Akbar, Allahu Akbar, la Ilaaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd. 
3. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, la Ilaaha illa lahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd. 

Wallahu a'lam
---
Madinah 1 Dzulhijjah 1436 H
ACT El-Gharantaly

Senin, 14 September 2015

Jangan Mencukur Jika Hendak Berqurban




Larangan hadits ini berlaku hingga hewan kurbannya disembelih. 

B. Siapa Saja? 

Larangan mencukur rambut dan memotong kuku berlaku bagi si pengkurban saja. 

Apabila yang berkurban (hanya) kepala keluarga maka larangan tidak terkena kepada istri dan anak-anaknya. 

Lain halnya, bila masing-masing anggota keluarga turut berkurban.

Maka larangan berlaku bagi tiap individu yang berkurban. 

@sahabatilmu

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa hikmahnya bagi shahibul qurban yang hendak berqurban dilarang memotong kuku dan rambutnya dari awal bulan Dzulhijjah sampai dengan waktu menyembelih sembelihannya nanti ketika Idul Adha.

Sebagaimana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู† ูƒุงู†َ ู„َู‡ُ ุฐِุจุญٌ ูŠَุฐุจَู€ุญُู‡ ูَุฅِุฐَุง ุฃَู‡َู„َّ ู‡ِู„ุงَู„ُ ุฐِู‰ ุงู„ْุญِุฌَّุฉِ ูَู„ุงَ ูŠَุฃْุฎُุฐَู†َّ ู…ِู†ْ ุดَุนْุฑِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ู…ِู†ْ ุฃَุธْูَุงุฑِู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง ุญَุชَّู‰ ูŠُุถَุญِّู‰َ

”Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)

Berikut penjelasan dari syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah,

“Jika ada orang yang bertanya, apa hikmah larangan memotong kuku dan rambut, maka kita jawab dengan dua alasan:

Pertama:

Tidak diragukan lagi bahwa larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pasti mengandung hikmah. Demikian juga perintah terhadap sesuatu adalah hikmah, hal ini cukuplah menjadi keyakinan setiap orang yang beriman (yaitu yakin bahwa setiap perintah dan larangan pasti ada hikmahnya baik yang diketahui ataupun tidak diketahui, pent).

Allah Ta’ala berfirman,

ุฅِู†َّู…َุง ูƒَุงู†َ ู‚َูˆْู„َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฅِุฐَุง ุฏُุนُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ู„ِูŠَุญْูƒُู…َ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุฃَู† ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุง ุณَู…ِุนْู†َุง ูˆَุฃَุทَุนْู†َุง ۚ ูˆَุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ู‡ُู…ُ ุงู„ْู…ُูْู„ِุญُูˆู†َ

Sesungguhnya jawaban orangorang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orangorang yang beruntung. (QS. an-Nur: 51)

Kedua:

Agar manusia di berbagai penjuru dunia mencocoki orang yang berihram haji dan umrah karena orang yang berihram untuk haji dan umrah juga tidak boleh memotong kuku dan rambut.

(diringkas dari Fatwa Nurun Alad Darb, link: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_6303.shtml)

Ada juga ulama yang berpendapat dengan pendapat yang lain misalnya:

Hikmahnya agar seluruh anggota tubuh orang yang berkurban tetap lengkap sehingga bisa dibebaskan dari api Neraka.
Ada pendapat juga hikmahnya adalah membiarkan rambut dan kuku tetap ada dan dipotong bersama sembelihan kurban, sehingga menjadi bagian kurban disisi Allah
Wallahu a’lam. Yang terpenting adalah alasan pertama yang disampaikan, bahwa jika ada perintah dan larangan hendaknya seorang yang berimana segera melaksanakannya dan yakin pasti ada hikmah dan kebaikan di dalamnya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya,

ุงู„ุฏูŠู† ู…ุจู†ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ููŠ ุฌู„ุจู‡ุง ูˆ ุงู„ุฏุฑุก ู„ู„ู‚ุจุงุฆุญ

“Agama dibangun atas dasar  berbagai kemashlahatan

Mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”

Kemudian beliau menjelaskan,

ู…ุง ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจุดูŠุฆ, ุฅู„ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ู…ุง ู„ุง ูŠุญูŠุท ุจู‡ ุงู„ูˆุตู

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh” (Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf)


muslim.or.id/22788-hikmah-larangan-memotong-kuku-dan-rambut-bagi-shahibul-qurban.html