Senin, 03 Agustus 2015

Fitnah Terbesar Dajjal

Rangkuman kajian ustad firanda 



FITNAH TERBESAR (DAJJAL)

Dajjal adalah tanda-tanda besar hari kiamat.
Dajjal kecil yang sudah muncul pada zaman ini; dukun, tukang sihir dan semua yang menggunakan magic.
Para sahabat Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam banyak yang meriwayatkan hadits tentang dajjal.
Al-Masih pada akhir zaman nanti itu ada dua; yang membawa kebaikan (Nabi Isa 'alaihi sallam) dan yang membawa keburukan (dajjal).
Dajjal satu masa dengan Imam Mahdi & Nabi Isa 'alaihi sallam.
Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam menggambarkan sifat fisik dajjal;
- seorang anak manusia, pemuda
- afhaj (paha satu dengan yang lainnya memiliki jarak) kakinya berbentuk O
- tubuhnya kehitaman & besar namun terlihat pendek, dadanya bidang, rambut keriting
- memiliki jidat yg lebar
- mata kanan buta (datar buta begitu saja)
- tertulis diantara dua matanya / keningnya, tulisan "kafaro" yang berarti kafir. Tulisan ini Allah jadikan bisa dibaca oleh kaum mukmin.
Ciri-ciri diatas ada dalam hadits mutawatir.

Dajjal bisa memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, tanah untuk menumbuhkan tanaman, dajjal juga bisa menghidupkan orang mati.

Pada zaman Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam, ada seorang yang dianggap/dicurigai sebagai dajjal. Dia bernama; Ibnu Shayyat: seorang yahudi, dianggap dajjal karena memiliki ciri-ciri yang dikabarkan, namun ibnu shayyat memiliki anak yang sholeh bernama Umaro, sedangkan dajjal tidal memiliki anak, seorang yang sakti dan dia seorang dukun.

Dajjal memiliki banyak harta, dibelenggu disebuah pulau. Dajjal berada di dunia selama 40 tahun, 1 hari seperti 1 tahun lamanya. Dajjal mengelilingi bumi pada saat itu seperti angin yang berhembus kencang, dia membawa api dan air (api yang dajjal bawa itu surga dan air yang dia bawa itu neraka).

Dajjal datang ke suatu kaum, dia mengaku tuhan dan kaum tersebut percaya dan beriman kepadanya, menjadi pengikutnya. Dua kota yang dajjal tidak bisa memasuki; Makkah dan Madinah.ll

Ada seorang pemuda yang dirinya dibelah dua oleh dajjal (dia seorang yang keluar dari Arab lalu bertemu dengan dajjal, lalu dibelah dua oleh dajjal namun dihidupkan kembali oleh dajjal, maka pemuda itu bersaksi yang dihadapannya itu adalah dajjal.

Dajjal membawa fitnah yang luar biasa, diikuti syaiton dan dibantu syaiton.

Dajjal mati setelah Nabi Isa 'alaihi sallam turun ke bumi. Dikabarkan, rupa Nabi Isa mirip dengan sahabat Rasulullah sallallahu 'alaihi was sallam yang bernama Urwah bin Mas'ud. Dajjal melarikan diri setelah mengetahui Nabi Isa turun sampai di Baitul Magdis. Begitu melihat Nabi Isa, dajjal melebur seperti garam dalam air. Lalu Nabi Isa membunuhnya dengan tombak yang dilempatnya, maka kalah dajjal dan seluruh pengikutnya.

DOA AGAR TERHINDAR DARI FITNAH DAJJAL

1. di baca setelah DOA TAHHIYATUL TERAKHIR yaitu:

Allahumma inni audzubika min adzabi jahannama wamin adzabil qobri wamin fitnatil mahya wal mamats wamin syarri fitnatil masiihiddajjal

Artinya : “Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal” (HR. Muslim, no. 558)

2. Menghafal 10 ayat pertama & terakhir surah Al-Kahfi
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, dia terjaga dari fitnah Dajjal.”(HR. Muslim no.809) dan Ahmad no.449)

Pada riwayat lain, Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Barangsiapa di antara kalian mengetahui fitnah dajjal, maka bacalah beberapa ayat pada awal surat al- Kahfi, karena sesungguhnya itu akan melindungi kalian dari fitnahnya (Dajjal).” (HR. Muslim no. 2397, Abu Dawud no. 4321)

Tidak harus tinggal di Makkah dan Madinah, berdoalah sebagaimana 2 cara yang dijelaskan diatas. InsyaaAllah kita terhindar dari fitnah dajjal. Aamiin Allahumma aamiin.

Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta
14 Syawal 1436 H / 31 Juli 2015
Ustadz Firanda Andirja, MA

Menyikapi Kesalahan Saudaranya

PERBEDAAN MU'MIN DAN MUNAFIQ DALAM MENYIKAPI KESALAHAN SAUDARANYA

Abdullah Bin Munazil -rahimahullah- berkata:

المؤمـن يطلـب معاذيـر إخوانـه والمنافـق يطلب عثـرات إخوانـه.

Seorang mu'min akan selalu mencari banyak udzur terhadap kesilapan saudaranya. Adapun orang munafik dia akan selalu mencari-cari ketergelinciran saudaranya.
(Syuabul Iman: 7/11197)

Oleh: Ustadz Aan Chandra Thalib

Minggu, 02 Agustus 2015

Untaian Nasehat

🌷Untaian Nasehat Syeikh Dr. Abu Anas Anis bin Ahmad Thahir Al-Indunisi Hafidhahullah ( Guru Besar Hadis Universitas Islam Madinah dan Pengajar di Masjid Al-Nabawi)🌷

👉Beliau Hafidhahullah memberikan nasehat dan wejangan di Masjid Ma’had Syeikh  Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta, di antara nasehat beliau adalah sebagai berikut:

1⃣Allah Ta’ala telah menciptakan kita di muka bumi ini dan memberikan rizki. Akan muncul pertanyaan: “Apa tujuan kita diciptakan Allah? Tidak lain tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah saja. Jika secara jelas tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah dengannya maka apa arti ibadah itu?
Syeikhul Islam mengatakan Ibadah adalah: 
اسم جامع لكل ما يحب الله ويرضى من الإقوال والأعمال الظاهرة والباطنة
Artinya: Suatu nama yang mencakup seluruh apa yang dicintai Allah dan diridhaiNya dari ucapan dan perbuatan yang tampak maupun batin.
2⃣Ketahuilah bahwa ibadah tidak akan diterima Allah kecuali jika terpenuhi dua syarat: Ikhlas dan ittiba’ (mencontoh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Ikhlas, yaitu menjadikan ibadah itu untuk Allah saja, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء
Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus... Al-Bayyinah: 5
Ittiba’ yaitu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman: 
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ali-Imran: 31.

3⃣Kalian adalah para penuntut ilmu, memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: barang siapa meniti jalan dalam menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya dengan sebab itu jalan menuju syurga. H.R Muslim
...وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ ».
Artinya: Sesungguhnya para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan serang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak." H.R Abu Dawud

4⃣Manhaj salaf adalah manhaj yang dibangun di atas pemahaman yang benar, mereka para salafiyun mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam beragama, dan berpegang teguh terhadap manhaj mereka, secara aqidah, ibadah, akhlak, muamalah. Jadi manhaj salaf bukan hanya mengikuti para salaf secara aqidah saja, tapi di seluruh sisi kehidupan secara komprehensif.

5⃣Agar para thulabul ilmi berhasil dalam belajarnya di bawah manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum, maka hendaknya memperhatikan dan mengimplementasikan 3 hal berikut ini:
1. Perhatian dan berpegang dengan dalil: 
Agama Islam dibangun di atas dalil, maka seorang penuntut ilmu ketika mau berbicara atau melakukan sesuatu harus didasari dengan dalil, bukan hanya mengikuti perkataan orang, karena mengikuti perkataan seseorang akan menyebabkan ta’ashshub dan taqlid buta yang terlarang.
2. Perhatian dan memastikan shahihnya dalil, perhatian terhadap keshahihan dalil ini sangat diperlukan, terutama dalil yang berasal dari Hadis, karena ada riwayat yang shahih dan dha’if, maka penuntut ilmu dituntut untuk tasabbut dalam keshahihan dalil.
3. Benar dalam beristidlal (memahami dalil), yaitu Memahami dalil sesuai dengan yang diinginkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bukan sesuai dengan akal manusia, jika dalil dipahami dengan akal maka akan bermasalah, karena akal setiap manusia berbeda-beda pemahamannya. Sungguh mengherankan ada orang yang memahami Al-Quran dengan memakai kamus bahasa Arab saja, ini bisa membuat masalah, karena terkadang satu kata di dalam bahasa Arab itu memiliki sampai seratus makna, sehingga dengan mana yang mana kata itu dipahami? Maka seorang yang ingin memahami Al-Quran dengan benar harus melihat dan mempelajari perkataan para imam ahli tafsir, seperti: Imam Al-Baghawi, Imam Ibnu Jarir, dan para imam ahli tafsir lainnya.

Tiga hal di atas ditambah dengan faedah dari Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah:
4. Bertakwa, bertaqwa merupakan hal yang bisa menopang keberhasilan menuntut ilmu, dahulu Imam Asy-Syafi’i mengeluhkan jeleknya hafalnnya kepada gurunya Imam Waqi’:
شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي
“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).
5. Al-takrar atau Mengulang-ulang pelajaran, ini merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan belajar, tanpa pengulangan ilmu akan hilang dan terlupakan, beliau hafidhahullah menceritakan keadaan guru beliau Syeikh Muqbil rahimahullah, tatkala berjalan dari tempat beliau ke masjid Nabawi yang berjarak agak jauh, kebiasaan beliau adalah membawa catatan ilmu yaitu tentang hadis dan perawi hadis, beliau mengeluarkannya sambil berjalan terus mengulang-ulang, sehingga tidak didapati seseorang yang lebih hafal tentang rawi-rawi hadis selain beliau rahimahullah.

🌺 Faedah dari Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah: Penyakit ilmu adalah Al-Muthlak fi Maudhu al-Muqayyad; muthlak dalam tempat muqayyad, misalnya: masalah pengkafiran, seseorang yang melakukan suatu amalan bisa dihukumi dengan kafir jika terpenuhi syarat dan hilangnya penghalang, namun jika ada sebagian mengatakan seluruh manusia kafir, maka ini adalah memuthlakkan sesuatu pada tempat yang muqayyad.

Beliau juga menasehatkan agar para penuntut ilmu untuk senantiasa membiasakan dan melatih lisan untuk berbicara dengan bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran, bahasa Arab yang paling fasih yaitu bahasa Quraisy, bahasa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Wallahu a'lam

📅 Yogyakarta, 17 Syawwal 1436 H / 2 Agustus 2015 M

📝 Diterjemahkan secara bebas oleh Agus Santoso Abu Farhan Al-Klateni
cps

Sabtu, 01 Agustus 2015

Rokok Haram

Inilah Dalil Haramnya Rokok.. 🚬🚫⛔️

Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan :

Apa landasan yang dijadikan dalil bahwa merokok hukumnya haram berdasarkan syariat Islam ?

Jawab :

Alasannya bahwa rokok itu berbahaya dan terkadang bisa menimbulkan efek yang membuat tidak sadar maupun memabukkan. Pada intinya terdapat bahaya dan efek merugikan pada rokok, padahal  Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا ضرر ولا ضرار

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan/merugikan diri sendiri ataupun orang lain“ (H.R Ibnu Majah)

Makna hadits ini bahwa segala sesuatu yang bisa merugikan agama maupun dunia seseorang haram baginya untuk mengkonsumsinya seperti racun, rokok, dan sesuatu yang merusak lainnya.

Allah Ta’ala berfirman :

وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (Al-Baqarah:195)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

لا ضرر ولا ضرار

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan/merugikan diri sendiri ataupun orang lain“ (H.R Ibnu Majah)

Berdasarkan dalil-dalil diatas para ulama mengharamkan rokok karena di dalamnya terdapat bahaya yang besar. Hal ini telah diketahui oleh perokok itu sendiri, dokter, dan juga orang-orang yang berinteraksi dengan para perokok.

Merokok bisa menyebabkan kematian dan penyakit-penyakit seperti  batuk kronis serta penyakit parah lainnya. Telah kita ketahui pula banyak korban berjatuhan akibat rokok dan juga minuman keras. Semua jenis rokok adalah bahaya dan wajib untuk ditinggalkan. Wajib bagi dokter untuk memberi nasihat kepada  para pecandu rokok. Wajib juga bagi para dokter dan para guru untuk memperingatkan bahaya rokok karena mereka berdua adalah sebagai panutan.

Wallahu a'lam bishowab.

Jurus Jitu Mendidik Anak

JURUS KETIGA: MENDIDIK ANAK PERLU KEIKHLASAN 
Ust. Abdulloh Zain LC, MA

Ikhlas merupakan ruh bagi setiap amalan. Amalan tanpa disuntik keikhlasan bagaikan jasad yg tak bernyawa.

Termasuk jenis amalan yg harus dilandasi keikhlasan adalah mendidik anak. Apa maksudnya?

Maksudnya: Rawat & didik anak dg penuh ketulusan & niat ikhlas semata-mata mengharapkan keridhaan Allah ta’ala.

Canangkan niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun hukuman. Iringilah setiap kata yg kita ucapkan dg keikhlasan..

Bahkan dalam setiap perbuatan yg kita lakukan untuk merawat anak, entah itu bekerja membanting tulang guna mencari nafkah untuknya, menyuapinya, memandikannya hingga mengganti popoknya, niatkanlah semata karena mengharap ridha Allah.

Apa sih kekuatan keikhlasan?

Ikhlas memiliki dampak kekuatan yg begitu dahsyat. Di antaranya:

dg ketulusan, suatu aktivitas akan terasa ringan. Proses membuat & mendidik anak, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membimbing hingga mendidik, jelas membutuhkan waktu yg tidak sebentar. Puluhan tahun! Tentu di rentang waktu yg cukup panjang tersebut, terka&g muncul dalam hati rasa jenuh & kesal karena ulah anak yg kerap menjengkelkan. Seringkali tubuh terasa super capek karena banyaknya pekerjaan; cucian yg menumpuk, berbagai sudut rumah yg sebentar-sebentar perlu dipel karena anak ngompol di sana sini & tidak ketinggalan mainan yg selalu berserakan & berantakan di mana-mana.Anda ingin seabreg pekerjaan itu terasa ringan? Jalanilah dg penuh ketulusan & keikhlasan! Sebab seberat apapun pekerjaan, jika dilakukan dg ikhlas insyaAllah akan terasa ringan, bahkan menyenangkan. Sebaliknya, seringan apapun pekerjaan, kalau dilakukan dg keluh kesah pasti akan terasa seberat gunung & menyebalkan.

Dg keikhlasan, ucapan kita akan berbobot. Sering kita mencermati & merasakan bahwa di antara kata-kata kita, ada yg sangat membekas di dada anak-anak yg masih belia... hingga mereka dewasa kelak. Sebaliknya, tak sedikit ucapan yg bahkan kita teriakkan keras-keras di telinganya, ternyata berlalu begitu saja bagai angin malam yg segera hilang kesejukannya begitu mentari pagi bersinar.Apa yg membedakan? Salah satunya adalah kekuatan yg menggerakkan kata2 kita. Jika Engkau ucapkan kata2 itu untuk sekedar meluapkan amarah, maka anak-anak itu akan mendengarnya sesaat & sesudah itu hilang tanpa bekas. Namun jika Engkau ucapkan dg sepenuh hati sambil mengharapkan turunnya hidayah utk anak2 yg Engkau lahirkan dg susah payah itu, insya Allah akan menjadi perkataan yg berbobot.Sebab bobot kata-kata kita kerap bersumber bukan dari manisnya tutur kata, melainkan krn kuatnya penggerak dari dalam dada; iman kita & keikhlasan kita…

dg keikhlasan anak kita akan mudah diatur. Jgn pernah meremehkan perhatian & pengamatan anak kita. Anak yg masih putih & bersih dari noda dosa akan begitu mudah merasakan suasana hati kita.Dia bs membedakan antara tatapan kasih sayang dg tatapan kemarahan, antara dekapan ketulusan dg pelukan kejengkelan, antara belaian cinta dg cubitan kesal. Bahkan ia pun bisa menangkap suasana hati orgtuanya, se&g tenang & damaikah, atau se&g gundah gulana?Manakalasi anak merasakan ketulusan hati orgtuanya dalam setiap yg dikerjakan, ia akan menerima arahan & nasehat yg disampaikan ayah & bun&ya, krn ia menangkap bahwa segala yg disampaikan pa&ya adalah semata demi kebaikan dirinya.

dg keikhlasan kita akan memetik buah manis pahala. Keikhlasan bukan hanya memberikan dampak positif di dunia, namun juga akan membuahkan pahala yg amat manis di alam sana. yg itu berujung kpd berkumpulnya orgtua dg anak2nya di negeri keabadian; surga Allah yg penuh dg keindahan & kenikmatan.

Artinya: “org-org yg beriman, beserta anak cucu mereka yg mengikuti mereka dlm keimanan, Kami akan pertemukan mereka dg anak cucu mereka”. QS.Ath-Thur: 21

Dipertemukan dimana? Di surga Allah jalla wa‘ala!

Mulailah dari sekarang

 ❀ ❀ ❀ ❀ ❀

Jurus Jitu Mendidik Anak

JURUS JITU MENDIDIK ANAK
Oleh: Ust. Abdullah Zaen, Lc. MA حفظه الله تعالى
✒ Pic by Ayumi Nurhikmah

JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU

Tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua. Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja.

Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua.

Padahal, menjadi orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.

Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.

Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.

Betapa banyak anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orangtuanya, kecuali perhatian, ketulusan dan kasih sayang!

Ilmu apa saja yang dibutuhkan?

»Ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah. Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,

“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.

»»Ilmu tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan wasiat Nabi shallallahu’alaihiwasallam untuk para orangtua,

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albany.

Bagaimana mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada orang lain?

»ilmu tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.

Dalam hal ini Nabi shallallahu’alaihiwasallam mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasehati seorang anak kecil,

“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah.

»Ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.

Ayo belajar!

Semoga pemaparan singkat di atas bisa menggambarkan pada kita urgensi ilmu dalam mendidik anak. Sehingga diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan kita, menghadiri majlis taklim, membaca buku-buku panduan pendidikan. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya!

Urgensi kesalihan orangtua dalam mendidik anak

Kita semua mempunyai keinginan dan cita-cita yang sama. Ingin agar keturunan kita menjadi anak yang salih dan salihah. Namun, terkadang kita lupa bahwa modal utama untuk mencapai cita-cita mulia tersebut ternyata adalah: kesalihan dan ketakwaan kita selaku orangtua. Alangkah lucunya, manakala kita berharap anak menjadi salih dan bertakwa, sedangkan kita sendiri berkubang dalam maksiat dan dosa!

Kesalihan jiwa dan perilaku orangtua mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk kesalihan anak.

Sebab ketika si anak membuka matanya di muka bumi ini, yang pertama kali ia lihat adalah ayah dan bundanya. Manakala ia melihat orangtuanya berhias akhlak mulia serta tekun beribadah, niscaya itulah yang akan terekam dengan kuat di benaknya. Dan insyaAllah itupun juga yang akan ia praktekkan dalam kesehariannya. Pepatah mengatakan: “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Betapa banyak ketakwaan pada diri anak disebabkan ia mengikuti ketakwaan kedua orangtuanya atau salah seorang dari mereka. Ingat karakter dasar manusia, terutama anak kecil, yang suka meniru!

Beberapa contoh aplikasi nyatanya

Manakala kita menginginkan anak kita rajin untuk mendirikan shalat lima waktu, gamitlah tangannya dan berangkatlah ke masjid bersama. Bukan hanya dengan berteriak memerintahkan anak pergi ke masjid, sedangkan Anda asyik menonton televisi.

Jika Anda berharap anak rajin membaca al-Qur’an, ramaikanlah rumah dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an yang keluar dari lisan ayah, ibu ataupun kaset dan radio. Jangan malah Anda menghabiskan hari-hari dengan membaca koran, diiringi lantunan langgam gendingan atau suara biduanita yang mendayu-dayu!

JURUS JITU MENDIDIK ANAK
Ust. Abdulloh Zain LC, MA 

JURUS KEDUA: MENDIDIK ANAK PERLU KESALIHAN ORANGTUA

Tentu Anda masih ingat kisah ‘petualangan’ Nabi Khidir dengan Nabi Musa ‘alaihimassalam. Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang Allah sebutkan dalam surat al-Kahfi. Manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekedar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Dengan ringan tangan Nabi Khidir memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabi Musa terheran-heran melihat tindakannya. Nabi Khidir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orangtua mereka yang salih. Allah berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu.

Para ahli tafsir menyebutkan, bahwa di antara pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah: Allah akan menjaga keturunan seseorang manakala ia salih, walaupun ia telah meninggal dunia sekalipun.

Subhânallâh, begitulah dampak positif kesalihan orang tua! Sekalipun telah meninggal dunia masih tetap dirasakan oleh keturunannya. Bagaimana halnya ketika ia masih hidup?? Tentu lebih besar dan lebih besar lagi dampak positifnya.

Kalau Anda menginginkan anak jujur dalam bertutur kata, hindarilah berbohong sekecil apapun. Tanpa disadari, ternyata sebagai orang tua kita sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak jalan-jalan mengelilingi perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengatakan, “Bapak hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya. Sebentaaar saja ya sayang…”. Tapi ternyata, kita malah pulang malam!

Dalam contoh di atas, sejatinya kita telah berbohong kepada anak, dan itu akan ditiru olehnya.

Terus apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan lembut dan penuh kasih serta pengertian, “Sayang, bapak mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo bapak ke kebun binatang, insyaAllah kamu bisa ikut”.

Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu bersabar dan melakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami mengapa orangtuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut.

Anda ingin anak jujur? Mulailah dari diri Anda sendiri!

.
Sebuah renungan 

Tidak ada salahnya kita putar ingatan kepada beberapa puluh tahun ke belakang, saat sarana informasi dan telekomunikasi masih amat terbatas, lalu kita bandingkan dengan zaman ini dan dampaknya yang luar biasa untuk para orangtua dan anak.

Dulu, masih banyak ibu-ibu yang rajin mengajari anaknya mengaji, namun sekarang mereka telah sibuk dengan acara televisi. Dahulu ibu-ibu dg sabar bercerita tentang kisah para nabi, para sahabat hingga teladan dari para ulama,


Kalimat Indah

Kalimat indah dari Dr. 'Aidh Al-Qarni:
نحن لا نملك تغییر الماضي
Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.
و لا رسم المستقبل
Juga tidak bisa menggariskan masa depan.
فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan,
على شيئ لا نستطیع تغییره؟ 
atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah? 
الحیاه قصیرة كثيرة 
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.
فانظر الى السحاب و لا تنظر الى التراب
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah .
اذا ضاقت بك الدروب فعلیك بعلام الغیوب و قل الحمدلله على كل شيئ 
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib... 
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang.
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.
الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.
التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah swt.
نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض بل نحن ننتمي إلى الجنّة
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.
حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali...
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
فحاول أن تعمل ما بوسعك لتلحق بقافلة الصالحين التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana...
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!
الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ سنجتمَع في الآخره الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه والآخر في النار
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh 
Atau karena ditinggal orang tercinta...
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.
جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.