Sabtu, 31 Desember 2016

Berburu Waktu Mustajab Di Hari Jum'at

💪🏻⭐️ Berburu Waktu Mustajab di Hari Jum'at 🌸🌸

💥 Di hari jum'at ini ada satu waktu yang mustajab,  bila mana seorang hamba meminta kebaikan kepada Allah pasti akan dikabulkan.

🍋 Tahukah anda bahwa ternyata waktu mustajab tersebut ada di antara waktu ashar hingga terbenamnya matahari. Shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu menyatakan, Rasulullah Shalllallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, 
التَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُرْجَى فِي يَوْمِ الجُمُعَةِ بَعْدَ العَصْرِ إِلَى غَيْبُوبَةِ الشَّمْسِ
"Carilah satu waktu yang diharapkan (terkabulnya do'a) pada hari Jum'at yaitu setelah ashar hingga terbenamnya matahari" (HR. Tirmidzi no.489 Dishahihkan Syaikh Al-Albani)

⛵️ Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan, "Kebanyakan hadits-hadits tentang waktu yang diharapkan padanya terkabulnya do'a yaitu setelah ashar, dan diharapkan juga setelah tergelincirnya matahari." (Sunan Tirmidzi no.489)

🕋 Syaikh Al-Albani menambahkan, "Dan sungguh para shahabat telah bersepakat bahwasanya waktu tersebut ada pada akhir waktu dari hari jum'at, sehingga tidak boleh menyelisihnya." (Shahih At-Targhib 1/441)

🌷 Nah, Kita saat ini sedang berada pada waktu tersebut... Mari semangat mencari waktu mustajab. 

📡 Jangan lupa berdoa untuk diri kita, kedua orang tua, anak-anak dan kelurga kita serta kaum muslimin.

••••••••••••••••••
🌠📝📡 TELEGRAM BULETIN AL ILMU
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/buletinalilmu
💻 Situs Resmi http://www.buletin-alilmu.net

Berburu Waktu Mustajab Di Hari Jum'at

💪🏻⭐️ Berburu Waktu Mustajab di Hari Jum'at 🌸🌸

💥 Di hari jum'at ini ada satu waktu yang mustajab,  bila mana seorang hamba meminta kebaikan kepada Allah pasti akan dikabulkan.

🍋 Tahukah anda bahwa ternyata waktu mustajab tersebut ada di antara waktu ashar hingga terbenamnya matahari. Shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu menyatakan, Rasulullah Shalllallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, 
التَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُرْجَى فِي يَوْمِ الجُمُعَةِ بَعْدَ العَصْرِ إِلَى غَيْبُوبَةِ الشَّمْسِ
"Carilah satu waktu yang diharapkan (terkabulnya do'a) pada hari Jum'at yaitu setelah ashar hingga terbenamnya matahari" (HR. Tirmidzi no.489 Dishahihkan Syaikh Al-Albani)

⛵️ Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan, "Kebanyakan hadits-hadits tentang waktu yang diharapkan padanya terkabulnya do'a yaitu setelah ashar, dan diharapkan juga setelah tergelincirnya matahari." (Sunan Tirmidzi no.489)

🕋 Syaikh Al-Albani menambahkan, "Dan sungguh para shahabat telah bersepakat bahwasanya waktu tersebut ada pada akhir waktu dari hari jum'at, sehingga tidak boleh menyelisihnya." (Shahih At-Targhib 1/441)

🌷 Nah, Kita saat ini sedang berada pada waktu tersebut... Mari semangat mencari waktu mustajab. 

📡 Jangan lupa berdoa untuk diri kita, kedua orang tua, anak-anak dan kelurga kita serta kaum muslimin.

••••••••••••••••••
🌠📝📡 TELEGRAM BULETIN AL ILMU
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/buletinalilmu
💻 Situs Resmi http://www.buletin-alilmu.net

Yang Perlu Anda Ketahui Di Hari Jum'at

🍹 5 Perkara yang Perlu Anda Ketahui di Hari Jum’at 💥

1⃣ Mengantuk di Masjid pada Hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk ketika berada di masjid pada hari jum’at, maka hendaknya ia berpindah dari tempat duduknya kepada tempat yang lainnya.” Dishahihkan Syaikh Al-Albani. Lihat Ash-Shahihah no.468

2⃣ Hari Jum’at kepada Jum’at Berikutnya Adalah Penebus Dosa

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Hari jum’at menuju Jum’at berikutnya merupakan penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya selama ia tidak melakukan dosa besar.” Lihat Ash-Shahihah no.3623

3⃣ Membaca Surat Al-Kahfi

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at, maka ia akan diterangi oleh cahaya sampai jum’at berikutnya.” Lihat Shahihul Jami no. 6470

4⃣ Memperbanyak Shalawat

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari jum’at dan malam jum’at. Karena barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.” Lihat Ash-Shahihah no. 1407

5⃣ Waktu Mustajab

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu waktu, tidaklah seorang muslim menepati waktu tersebut ketika ia berdo’a meminta kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.” (HR. Muslim)

〰〰〰
🍊 Sumber: Qonatu Muhadditsul ‘Ashr Al-Imam Al-Albani Rahimahullah

••••••••••••••••••
🌠📝📡 TELEGRAM BULETIN AL ILMU
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/buletinalilmu
💻 Situs Resmi http://www.buletin-alilmu.net

Rabu, 28 Desember 2016

Diterimakah Shalat Kita?

Sudah shalat 60 tahun, tapi tidak ada shalat yg diterima sama sekali...

Nabi -shollallohu alaihi wasallam- pernah menyabdakan (yang artinya):

"Sungguh ada orang yg telah shalat 60 tahun, tapi tidak ada *satupun* shalatnya yg diterima, (karena) kadang dia menyempurnakan ruku'nya tapi tidak menyempurnakan sujudnya, kadang pula dia menyempurnakan sujudnya tapi tidak menyempurkan ruku'nya". 

[Dihasankan oleh Syeikh Albani dalam Assilsilah Ash-shohihah 6/81].

-------

Sungguh kita perlu melihat diri kita masing-masing, sudahkah shalat kita sesuai dengan tuntunan Nabi -shollallohu alaihi wasallam-? Sudahkah shalat kita memenuhi syarat dan rukunnya?

Mungkin juga kita perlu bertanya kepada orang lain yg mumpuni agamanya; sudahkan shalat kita baik menurut pandangan dia... karena bisa jadi kita merasa shalat kita sudah baik dan benar, tapi ternyata masih belum lurus sesuai aturannya.

Ingatlah bahwa shalat adalah amalan ibadah yg sangat urgen dalam hisab di hari kiamat nanti, hal ini telah ditegaskan oleh Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dalam sabda beliau (yg artinya):

"Amalan seorang hamba yg pertama kali dihisab pada hari kiamat nanti adalah shalat; apabila baik shalatnya, akan baik pula amal-amal dia yg lainnya, tapi apabila rusak shalatnya, akan rusak pula amal-amal dia yg lainnya". [Assilsilah Ash-Shahihah 3/343].

***

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc., MA.

Bagaimana Menyikapi Tindakan Pelecehan Terhadap Alquran

📝 *BAGAIMANA MENYIKAPI TINDAKAN PELECEHAN TERHADAP ALQURAN*
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

 🌾 *Tanya Jawab*
 *Grup Admin Bimbingan Islam T05*

⏳ *Pertanyaan* ⏳

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, afwan
"Wahai org2 yg beriman, jika kamumenolong (agama) Alloh, maka Alloh akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu" (QS: Muhammad : 7)

Apakah dengan diam dan sabar tanpa melakukan tindakan apapun, padahal agama dan kitab suci kita dihina dan dilecehkan, bisa dianggap membela agama Alloh ?

Maaf ustadz, saya tetap tidak sependapat kalau kita cuma diam saja. 
Bagaimana kita bisa mengajarkan kepada anak2 kita utk membela Alloh kalau kita diam saja, saat agama Islam dan AlQur'an dihina.
 
Jazaakallaahu khairan. 

(Ratna, Admin BiAS T05,GXX)


⌛ *Jawaban* ⌛

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sebagian orang menyangka, mendakwahkan agama yg benar di masjid masjid, di tengah masyarakat kaum muslimin, menjelaskan aqidah yg shahih, menyeru kepada tauhid, mengajak meningalkan kesyirikan dan kebaikan kebaikan lainnya.
Semua ini dianggap sebagai sikap diam, sikap yg lemah, sikap yang tidak memberi efek apa apa. Sikapnya para pengecut.

Padahal tauhid adalah inti sari ajaran agama Islam. Apakah kita akan menyangka akan ditolong oleh Allah ketika kita membela agama Allah dengan cara cara yang batil?

Apakah kita menyangka Allah akan menolong kita dengan cara kita mengerahkan para wanita turun ke jalan jalan dalam keadaan bersolek? Berselfi? 
Apakah kita mengira akan mendapatkan pertolongan dari Allah di sisi lain keadaan masyarakat kita ini mempersekutukan Allah berbuat syirik dan bidah ?

Berapa ribu kuburan disembah di negri kita, berapa ribu dukun dukun dipercaya oleh jutaan masyarakat kita?

Berapa ribu instansi dinegri kita ini menganut sistem riba?

Itu artinya hak Allah diinjak injak? Relakah kita membiarkannya? Dan apa reaksi kita terhadap fenomena ini?

Apakah kita akan berdemo setiap hari dalam rangka menampakkan ketidak relaan kita?

Atau kita akan mengambil jalan dakwah sebagaimana yg para Nabi dan Rasul lakukan?

Pembelaan kita terhadap agama Islam ini harus menyeluruh, tidak sektoral dalam satu masalah lalu melupakan masalah lain yg jauh lebih berbahaya.

Atau fokus pada seorang penista agama lalu melupakan penista lain yg jumlahnya sangat banyak.

Dan jangan kita mengira orang yang tidak ikut demo mereka diam saja. Mereka mengamalkan sunnah Nabi shalallahu alaihi wa sallam, menasehati penguasa dengan empat mata. Mereka melakukannya demi Allah.

Pertolongan Allah datang bersama orang orang yang konsisten mengikuti syariat Islam meski kelihatannya pahit dan tidak mencocoki keinginan banyak manusia.

Meski demikian kita tidak hendak memaksakan kehendak. Kami ditanya dalam hal ini, dan kami memberikan jawaban sesuai kapasitas ilmu yg ada, dg seluruh keterbatasan yg ada.

Jadi jika ada yg tidak berpandangan sama itu  satu hal yang wajar menurut kami. 

Wallahu alam.


Dijawab dengan ringkas oleh :
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله

📆 Selasa, 28 Rabi'ul Awwal 1438 H / 27 Desember 2016

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🌐 http://bimbinganislam.com/
◽ Fanspage : Fb.com/Info.BimbinganIslam
🔎 Telegram Channel :
 http://bit.ly/TanyaJawabBiAS

Bila Hendak Tidur

🌙 Bila Hendak Tidur 🌟⭐️

☄ Sebelum tidur disunnahkan membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah (ayat 285-286). Bagi siapa yang membaca dua ayat tersebut maka dia akan dilindungi dari kejelekan dan bahaya syaithan. 

🌴 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 
الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah. Barangsiapa yang membacanya pada suatu malam, maka kedua ayat tersebut akan muncukupinya (orang yang membacanya, pen).” (HR. Al Bukhari dan Muslim, dari Shahabat Abu Mas’ud Al-Badri Radhiallahu ‘anhu)

📔📒 Membacanya tidak butuh waktu lama, tapi keutamaannya luar biasa agungnya. Mari mulai saat ini kita biasakan membacanya setiap malam.

Dua ayat tersebut adalah:
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓٮِٕكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٍ۬ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ (٢٨٥)
Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. [Mereka mengatakan]: "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun [dengan yang lain] dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta’at". [Mereka berdo’a]: "Ampunilah kami wahai Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (285)

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡہَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرً۬ا كَمَا حَمَلۡتَهُ ۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَٮٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡڪَـٰفِرِينَ (٢٨٦)
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya. [Mereka berdo’a]: "Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (286)

••••••••••••••••••
🌠📝📡 TELEGRAM BULETIN AL ILMU
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/buletinalilmu
💻 Situs Resmi http://www.buletin-alilmu.net

Selasa, 27 Desember 2016

Renungan Akhir Tahun

📝 RENUNGAN AKHIR TAHUN

✅ Perjalanan waktu adalah sunnatullah yang pasti terjadi. Perputarannya adalah arus yang tak bisa terbendung. Anak-anak berjalan menjadi dewasa, orang dewasa menjadi tua adalah sebuah ketentuan dalam kehidupan. Namun, sebagai seorang muslim, hendaknya berupaya mengambil pelajaran di dalamnya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

"Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai pandangan." (QS. An-Nur :44)

Di dalam ayat ini, Allah Ta'ala menyebutkan bahwa pergantian malam dan siang terdapat pelajaran bagi orang yang memiliki pandangan hati. Bergulirnya hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun seyogianya menjadi renungan bagi kita untuk mengambil berbagai pelajaran di dalamnya, terkhusus pada akhir tahun di tengah banyaknya kerusakan, maksiat merajalela, banyak manusia semakin jauh dari agamanya.

Fenomena bergelimangnya maksiat dan banyaknya pelanggaran syari'at yang terjadi pada akhir tahun masehi menjadi sebuah dilema yang menimbulkan banyak tanda tanya.

Mengapa di negara yang penduduknya mayoritas muslim justru banyak terjadi kemaksiatan? Mengapa banyak kaum muslimin yang ikut mengucapkan selamat natal? Mengapa hanya segelintir dari kaum muslimin yang tidak mau ikut-ikutan dengan orang kafir untuk merayakan tahun baru? Apakah musibah yang terjadi hampir setiap akhir tahun salah satu pemicu utamanya adalah maksiat?

Dan berbagai pertanyaan lainnya yang muncul dari apa yang kita saksikan pada fenomena akhir tahun. Namun, hendaknya kita sebagai seorang muslim merenungi beberapa ibrah dan hikmah dari akhir tahun.

📋 MENGAMBIL IBRAH DARI AKHIR TAHUN

1. Semakin Dekatnya Kematian

Sudah merupakan hal yang kita yakini bahwa kematian pasti akan datang, ajal akan mereguk semua jiwa. Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Q.S Ali Imran :185)

Demikian pula kadar dari ajal manusia telah ditentukan. Oleh karena itu, berlalunya tahun demi tahun sejatinya menjadi renungan bagi kita bahwa ajal semakin dekat,  kematian akan segera datang, yang kemudian menjadi bahan muhasabah (introspeksi) bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapinya. Bukan justru dengan masuknya akhir tahun, kita semakin menambah dosa dan maksiat.

2. Motivasi untuk Beramal Saleh

Dengan berlalunya waktu demi waktu seharusnya menjadi bahan renungan dan muhasabah yang memotivasi kita untuk beramal saleh. Allah Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

✒ Ustadz Irfandi, Lc hafizhahullah

📲 Baca Selengkapnya: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/1893877280845074:0


══════ ❁✿❁ ══════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵

📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📗 #Renungan_Bermakna