๐ SIKAP SEORANG MUKMIN KEPADA PERINTAH ATAU LARANGAN DARI ALLAH DAN RASULNYA
๐ค Syaikh Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :
ููู
ุฃููุง ุงูุฅุฎูุฉ ูุตูุญุฉ ุนุงู
ุฉ
"Saya sampaikan kepada kalian wahai saudara-saudaraku sebuah nasehat umum :
ุฅุฐุง ูุฑุฏ ุงูููู ูุงุฌุชูุจู ููุง ุชุณุฃู: ูู ูู ููุชุญุฑูู
ุฃู ูููุฑุงูุฉ؟
Apabila datang sebuah larangan maka jauhilah. Jangan kamu bertanya : "apakah larangan itu hukumnya haram atau makruh?"
ูุฅุฐุง ูุฑุฏ ุงูุฃู
ุฑ ูุงุชุจุนู ููุง ุชุณุฃู: ูู ูู ูููุฌูุจ ุฃู ููุงุณุชุญุจุงุจ؟
Apabila datang sebuah perintah maka kerjakanlah. Jangan kamu bertanya, "apakah perintah tersebut hukumnya wajib atau sunnah?"
ูุงูุตุญุงุจุฉ ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุฅุฐุง ูุงููุง ุฃู
ุฑูู
ุงูุฑุณูู ุจุดูุก ูุง ูููููู: ูุง ุฑุณูู ุงููู ูู ูุตุฏุช ุงููุฌูุจ ุฃู ุงูุงุณุชุญุจุงุจ، ููุนููู ู
ุจุงุดุฑุฉ.
Para sahabat dahulu apabila diperintahkan oleh Rasulullah shallahu alaihi wa sallam , mereka tidak mengatakan, "Wahai Rasulullah apakah engkau maksudkan wajib ataukah sunnah". Namun mereka langsung melaksanakannya.
ูุงูุญูููุฉ ุฃู ุงูุฅูุณุงู ู
ุชูู
ุฅุฐุง ุณู
ุน ุฃู
ุฑ ุงููู، ูุฑุณููู ุซู
ูุงู: ูู ูู ูููุฌูุจ ุฃู ููุงุณุชุญุจุงุจ؟ ูุง ุฃุฎู, ุฃูุช ู
ุฃู
ูุฑ ุฃู ุชูุนู، ุฅุฐุง ุณู
ุน ุงูููู ูููู: ูู ูู ูููุฑุงูุฉ ุฃู ููุชุญุฑูู
؟ ุฃูุช ู
ุฃู
ูุฑ ุฃู ุชุชุฑู،
Sebenarnya, seseorang itu dicurigai apabila dia mendengar perintah Allah dan RasulNya lalu dia bertanya, "apakah ini hukumnya wajib atau sunnah"?
Wahai saudaraku, engkau diperintah untuk melaksanakannya. Apabila dia mendengar larangan, dia bertanya: "apakah hukumnya haram atau makruh" ? Engkau diperintah untuk meninggalkannya.
ููุตูุญุชู ููู ู
ุคู
ู ุฅุฐุง ุณู
ุน ุฃู
ุฑ ุงููู ูุฑุณููู ุฃู ูููู: ุณู
ุนูุง ูุฃุทุนูุง ูููุนู
Nasehatku kepada setiap mukmin, apabila dia mendengar perintah Allah dan Rasul-Nya, hendaknya dia mengatakan : "Kami mendengar dan kami taat" lalu dia melaksanakannya.
ูุฅุฐุง ุณู
ุน ุงูููู ุฃู ูููู: ุณู
ุนูุง ูุฃุทุนูุง ููุชุฑู، ููุง ูุฎุงุทุฑ ุจููุณู
Apabila dia mendengar larangan, dia mengatakan : "Kami mendengar dan kami taat" lalu dia meninggalkannya.
Jangan berpikir (hal yang lain) pada dirinya.
ูุฃุดุฏ ุงููุงุณ ุงูููุงุฏุงً ูุฃู
ุฑ ุงููู ูุฑุณููู ูู
ุฃููู ุงููุงุณ ุฅูู
ุงูุง
Manusia yang paling tunduk dengan perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya merekalah orang-orang yang paling kuat imannya.
Allah berfirman :
ุฅَِّูู
َุง َูุงَู ََْููู ุงْูู
ُุคْู
َِِููู ุฅِุฐَุง ุฏُุนُูุง ุฅَِูู ุงَِّููู َูุฑَุณُِِููู َِููุญُْูู
َ ุจََُْูููู
ْ ุฃَْู َُُูููููุง ุณَู
ِุนَْูุง َูุฃَุทَุนَْูุง َูุฃَُููุฆَِู ُูู
ُ ุงْูู
ُِْููุญَُูู
"Hanyalah ucapan kaum mukminin yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukumi (memutuskan perkara) di antara mereka, maka mereka berkata, 'Kami mendengar dan kami taat.'Dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung". (Qs. An-Nur 51)
ูุงุทูุจ ุงูููุงุญ
Maka carilah keberuntungan!!"
_________________________________
๐ Liqa' al-Bab al-Maftuh 160
๐ Telegram : Adab Ilmu Islam
Klik ➡️ bit.ly/2aQmcvZ
__________________________
๐ Telegram : ShahihFiqihWanita
➡️ Join klik bit.ly/1S3K8sW
๐ฑ Instagram : ShahihFiqihWanita
➡️ Join klik bit.ly/1QjQTkC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar