Tampilkan postingan dengan label Nishfu sya'ban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nishfu sya'ban. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2015

Malam Nishu Sya'ban

Tambahan ttg malam nisyfu sya'ban mohon disimak : 

Malam Nisfu Syaban, Catatan Amal Ditutup?

Malam Nisfu Syaban

Pertanyaan:

Assalammu’alaikum.

Apa keistewaan bulan Sya’ban? Karena saya sering mendengar bahwa Allah menutup catatan perbuatan manusia dan menggantinya dengan catatan baru?

Terima kasih.

Wassalammualaikum warahmatullahi wa barakatu

Dari: Dian

Jawaban:

Wa’alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, kami tidak pernah menjumpai dalil maupun keterangan ulama bahwa buku catatan amal hamba ditutup di malam nisfu Sya’ban atau ketika bulan Sya’ban. Kami hanya menduga, barangkali anggapan semacam ini karena kesalah pahaman terhadap hadis, dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ

“Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.’” (HR. An Nasa’i 2357, Ahmad 21753, Ibnu Abi Syaibah 9765 dan Syuaib Al-Arnauth menilai ‘Sanadnya hasan’).

Dalam hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, salah satu waktu, dimana amal para hamba dilaporkan adalah ketika bulan Sya’ban. Dan karenanya, beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Kedua, Penting untuk dicatat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menentukan di tanggal berapa peristiwa pelaporan amal itu terjadi. Bahkan zahir hadis menunjukkan, itu terjadi selama satu bulan. Karena itulah, puasa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Sya’ban tidak pilih-pilih tanggal. Beliau juga tidak menganjurkan agar kita memilih pertengahan Sya’ban untuk puasa. Yang beliau lakukan, memperbanyak puasa selama Sya’ban.

Untuk itu, siapa yang beranggapan dianjurkan memperbanyak ibadah ketika pertengahan Sya’ban, dengan anggapan bahwa ketika itu terjadi pelaporan amal, maka dia harus mendatangkan dalil. Tanpa dalil, berarti dia menebak perkara ghaib. Dan tentu saja, pendapatnya wajib ditolak.

Kemudian, penting juga untuk kita perhatikan, hadis itu sedikitpun tidak menyebutkan adanya penutupan buku catatan amal. Beliau hanya menyampaikan ketika bulan Sya’ban terdapat pelaporan amal dan bukan penutupan catatan amal.

Ketiga, tidak ada istilah penutupan buku amal dalam islam. Karena kaum muslimin dituntut untuk selalu beramal dan beramal sampai ajal menjemputnya. Allah berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)

Para ulama tafsir sepakat bahwa makna Al-Yaqin pada ayat di atas adalah kematian. Karena setiap manusia dituntut beramal dan beribadah selama akalnya masih berjalan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan agar kita selalu menjaga iman, dengan istiqamah beramal. Ada seorang sahabat yang meminta nasehat kepada beliau. Yang nasehat ini akan selalu dia jaga selama hidupnya. Nasehat yang beliau sampaikan sangat ringkas,

قلْ آمنتُ بالله ثم استقم

Katakan, Saya beriman kepada Allah, kemudian istiqmahlah.” (HR. Ahmad 15416 dan sanadnya shahih).

Dan yang namanya istiqamah, tentu saja tidak akan ada putusnya.

Al-Imam Ahmad pernah ditanya, ‘Kapan waktu untuk istirahat?’ beliau menjawab,

عند أول قدم نضعها في الجنة

“Ketika pertama kali kita menginjakkan kaki kita di surga.”

Sekali lagi tidak ada istilah istirahat beramal atau buku catatan amal ditutup sementara. Amal kita yang dihisab tidak hanya ketika nisfu Sya’ban, namun juga di bulan-bulan lainnya. Semoga Allah meringankan kita untuk terus istiqamah meniti jalan kebenaran. Amin..

Allahu a’lam

Artikel Terkait:

http://www.konsultasisyariah.com/shalat-nishfu-syaban/

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Ada Apa DenganNishfu Sya'ban?

Materi: Kajian Pra Ramadhan
 
•» Ada Apa Dengan Nishfu Sya’ban?

Nishfu Sya'ban, adalah hari/tanggal pertengahan pada bulan Sya'ban, yaitu tanggal/hari ke 15 dr bulan Sya'ban.  

Pd hari itu&malam sbelumnya, sbagian kaum Muslimin akan merayakannya dg ibadah2 tertentu,baik shalat yg mereka namakan dg shalat 100 raka’at,puasa,bersedekah, dzikir& ritual2 yg lain.

Padahal perayaan dan ritual2 ibadah tsb tdk ada satu pun dalil yang shahih yg dpt dijadikan sandaran yg  menunjukkan disyari'atkannya ibadah2 khusus tsbt .

Diantara riwayat yg dijadikan dalil adalah,

إذا كان ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلتها و صوموا يومها 

“Bila dtg malam nishfu Sya’ban mk lakukanlh shalat Malam pd malam hariny&puasalah pd siang harinya,..dst". 

Hadits ini derajatnya maudhu’/palsu. Demikian juga hadits2 yg lainnya. 

Adapun seruan sbgaimana yg beredar via SMS,YM,FB atau BBM, 

“Brgsiapa yg mengingatkan sesama ttg kedtngan bulan ini. Mk api neraka haram bgnya.” & "Saling maaf dan memaafkan.

tdk ada asal-usulnya&tdk bersumber dr hadits Nabi. 

Oleh karena itu seruan tsbt tdk boleh dipercaya, diyakini sbg suatu kebenaran dan tdk boleh diamalkan&disebarluaskan.. 

Adapun, Allah Ta'ala mengampuni dosa, berdasarkan hadits Nabi, “Sesungguhnya Allah melihat pd malam pertengahan Sya’ban.Mk Dia mengampuni semua makhluknya,kecuali org musyrik&org yg brmusuhan.” (HR.Ibnu Majah,&ath-Thabrani).

Para Ulama berbeda pendapat. Sbagian mereka melemahkannya & sebagain mereka yg lain menshahihkannya. 

Dan sekiranya hadits tersebut shahih,mk yg dimaksud dg keutamaan tsbt adalah tdk mengamalkan dg ritual ibadah tertentu atau dg cara2 khusus. .

Rasulullah bersabda,, “Brgsiapa mengada-adakan (sesuatu hal baru) dlm urusan (agama) kami,yg bukan merupakan ajarannya,mk akan tertolak.” (HR.al-Bukhari)

Lihat juga QS.Al-Ma’idah:3; QS. An-Nisa:59,65&QS.Ali Imran:31. 

Hendaklah stiap kita mencukupkan diri dg Sunnah Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam. 

Wallahu a’lam.

(Sumber: BB Abu Farwa al-Hakim)

Nishfu Sya'ban

📝Adakah Sholat Khusus di Malam Nishfu Sya’ban?

📜Imam Besar Mazhab Syafi’i, Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi'i rahimahullah berkata,

الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب وهي ثنتى عشرة ركعة تصلي بين المغرب والعشاء ليلة أول جمعة في رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان ولا يغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب واحياء علوم الدين ولا بالحديث المذكور فيهما فان كل ذلك باطل ولا يغتر ببعض من اشتبه عليه حكمهما من الائمة فصنف ورقات في استحبابهما فانه غالط في ذلك

“Sholat yang dikenal dengan nama sholat roghoib, yaitu sholat 12 raka’at antara maghrib dan isya pada malam Jum’at pertama bulan Rajab, demikian pula sholat malam nishfu Sya’ban sebanyak 100 raka’at, maka dua sholat ini adalah bid’ah yang mungkar lagi jelek. Dan janganlah tertipu dengan penyebutan dua sholat ini dalam kitab Quthul Qulub dan Ihya ‘Ulumud Diin, dan jangan pula tertipu dengan hadits (palsu) yang disebutkan pada dua kitab tersebut, karena semua itu batil. Jangan pula tergelincir dengan mengikuti sebagian ulama yang masih tersamar bagi mereka tentang hukum dua sholat ini, sehingga mereka menulis berlembar-lembar kertas tentang sunnahnya dua sholat ini, karena mereka telah salah besar dalam hal tersebut.” [Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 4/56]

📋Dalam kitab Asy-Syafi’iyah yang lain, berkata Ad-Dimyathi rahimahullah,

قال المؤلف في إرشاد العباد: ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الامر منع فاعلها: صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة بين العشاءين ليلة أول جمعة من رجب. وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة، وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة، بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها. وصلاة يوم عاشوراء أربع ركعات أو أكثر. وصلاة الاسبوع، أما أحاديثها فموضوعة باطلة، ولا تغتر بمن ذكرها. اه.

“Berkata penulis dalam kitab Irsyadul Ibad: Dan termasuk bid’ah yang tercela, yang pelakunya berdosa, serta wajib bagi pemerintah untuk mencegah pelakunya adalah:

(1) Sholat raghoib 12 raka’at yang dikerjakan di antara Maghrib dan Isya pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab,

(2) Sholat nisfu Sya’ban 100 raka’at,

(3) Sholat Jum’at terakhir Ramadhan 17 raka’at dengan niat qodho sholat 5 waktu yang belum ia kerjakan,

(4) Sholat hari Asyuro 4 raka’at atau lebih,

(5) Sholat sunnah pekanan.

Adapun hadits-haditsnya palsu lagi batil, dan janganlah tertipu dengan orang yang menyebutkannya –Selesai-.” [Haasyiah I’anatit Thalibin, 1/312]

📋Dan disebutkan dalam fatwa Lajnah Daimah,

وبالجملة فإنه لم يصح شيء من الأحاديث التي وردت في فضيلة إحياء ليلة النصف من شعبان وصوم يومها عند المحققين من علماء الحديث؛ ولذا أنكروا قيامها وتخصيص يومها بالصيام، وقالوا إن ذلك بدعة، وعظم جماعة من العباد تلك الليلة اعتمادا على ما ورد من الأحاديث الضعيفة واشتهر عنهم ذلك فتابعهم عليه الناس، تحسينا للظن بهم

“Dan secara umum, sesungguhnya tidak ada satu pun hadits yang shahih tentang keutamaan menghidupkan (ibadah) malam Nishfu Sya’ban dan puasa pada siangnya menurut para peneliti dari kalangan ulama ahli hadits, oleh karena itu para ulama mengingkari sholat khusus di malam itu dan puasa khusus di waktu siangnya, dan mereka berpendapat bahwa itu adalah bid’ah. Adapun sekelompok ahli ibadah yang mengagungkan malam tersebut karena bersandar pada hadits-hadits yang lemah, dan menjadi terkenal amalan ini dari mereka, kemudian diikuti oleh manusia karena berprasangka baik kepada mereka saja.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 3/61, no. 884]

📌Demikian pula tidak ada do'a dan dzikir khusus di malam Nishfu Sya'ban, karena tidak ada satu pun dalil shahih yang menunjukkan hal tersebut.

📌Terlebih lagi jika lafaz-lafaz dzikir dan doanya adalah hasil ciptaan manusia, tidak berdasar dalil, dan dilakukan dengan cara yang salah seperti dilakukan secara berjama'ah (koor) dan dinyanyikan, sehingga tidak jarang amalan-amalan tersebut sangat mengganggu kaum muslimin, maka kemungkarannya bertambah besar.

📌Juga bermaaf-maafan di bulan Sya’ban dengan alasan bahwa di bulan ini amalan diangkat juga tidak ada dalil yang mengkhususkan bermaaf-maafan tersebut, dan yang dituntut dari setiap muslim adalah saling memaafkan kapan dan di mana saja sesegera mungkin apabila terjadi perselisihan antara satu dengan yang lainnya.


📝Amalan Apa yang Disunnahkan?

Adapun amalan yang disunnahkan di bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah, sebagaimana dalam hadits Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha, beliau berkata,

كَانَ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ صَامَ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَفْطَرَ ، وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلا قَلِيلا

➡"Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berpuasa (sunnah) sampai kami pun mengatakan sungguh beliau telah berpuasa, dan beliau berbuka sampai kami pun mengatakan sungguh beliau telah berbuka. Dan aku sama sekali tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunnah) pada suatu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya'ban, beliau pernah berpuasa di seluruh bulan Sya'ban, beliau pernah berpuasa hampir di seluruh bulan Sya'ban." [HR. Muslim]

Sahabat yang Mulia Usamah bin Zaid radhiyallahu'anhuma berkata, "Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada suatu bulan melebihi Sya'ban?" Beliau bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان , وَهُوَ شَهْر تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَال إِلَى رَبّ الْعَالَمِينَ ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

➡"Sya'ban itu adalah bulan yang manusia melalaikannya, berada di antara Rajab dan Ramadhan, padahal ia adalah bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku ingin ketika amalanku diangkat, aku sedang berpuasa." [HR. Abu Daud dan An-Nasaai, Shahih An-Nasaai: 2221]

Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa amalan yang disunnahkan adalah berpuasa, juga menunjukkan keutamaan puasa Sya'ban sebagai bulan diangkatnya amalan dalam setahun, tetapi hadits ini tidak menkhususkan waktu diangkatnya amalan-amalan tersebut pada siang atau malam nisfu sya'ban, tidak pula amalan khususnya.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🌍http://sofyanruray.info/hukum-perayaan-yasinan-dan-sholat-khusus-di-malam-nishfu-syaban/

📝Pembahasan detail tentang puasa Sya’ban dapat dibaca dalam artikel Al-Ustadz Abdul Barr hafizhahullah yang berjudul, “Studi Komprehensif Hadits-hadits tentang Puasa Sya’ban” (http://sofyanruray.info/studi-komprehensif-hadits-hadits-tentang-puasa-syaban/)

Boleh disebarkan sebagai ta'awun dalam dakwah tauhid dan sunnah, jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.