Kamis, 08 Juni 2017

Syafaat Puasa Dan Membaca Al Quran


๐Ÿ“– MERAIH SYAFA'AT DENGAN PUASA DAN MEMBACA Al-AL-QUR'AN

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ูˆَุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ُ ูŠَุดْูَุนَุงู†ِ ู„ِู„ْุนَุจْุฏِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ، ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ: ุฃَูŠْ ุฑَุจِّ، ู…َู†َุนْุชُู‡ُ ุงู„ุทَّุนَุงู…َ ูˆَุงู„ุดَّู‡َูˆَุงุชِ ุจِุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ، ูَุดَูِّุนْู†ِูŠ ูِูŠู‡ِ، ูˆَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ُ: ู…َู†َุนْุชُู‡ُ ุงู„ู†َّูˆْู…َ ุจِุงู„ู„َّูŠْู„ِ، ูَุดَูِّุนْู†ِูŠ ูِูŠู‡ِ، ู‚َุงู„َ: ูَูŠُุดَูَّุนَุงู†ِ

๐ŸŒด “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. 

Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya.

Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.”

๐Ÿ“š [HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 1429]

๐Ÿ’ป Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/804098309739653:0


════ ❁✿❁ ════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam - www.taawundakwah.com ⤵

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Ta'awun Dakwah
๐Ÿ“’ #Majelis_Ramadhan
๐Ÿ“— #Mutiara_Sunnah

Cara Membayar Fidyah

puasa,ramadhan ๐Ÿ“‹ CARA MEMBAYAR FIDYAH

Pertama: Membagi bahan makanan mentah kepada orang-orang miskin, untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan memberi makan satu orang miskin, sebanyak 1/2 sho’ (senilai kurang lebih 1,5 kg) bahan makanan pokok di negerinya (Lihat Majmu’ Fatawa Ibni Baz rahimahullah, 15/175).

Nilai ½ sho’ berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

ู„ِูƒُู„ِّ ู…ِุณْูƒِูŠู†ٍ ู†ِุตْูَ ุตَุงุนٍ

“Setiap satu orang miskin setengah sho’.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ka’ab bin ‘Ujroh radhiyallahu’anhu]

Kedua: Menyiapkan makanan jadi dan memberikannya kepada orang-orang miskin, setiap satu porsi untuk satu hari puasa, sebagaimana yang dilakukan Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu,

ูَู‚َุฏْ ุฃَุทْุนَู…َ ุฃَู†َุณٌ ุจَุนْุฏَ ู…َุง ูƒَุจِุฑَ ุนَุงู…ًุง ุฃَูˆْ ุนَุงู…َูŠْู†ِ، ูƒُู„َّ ูŠَูˆْู…ٍ ู…ِุณْูƒِูŠู†ًุง، ุฎُุจْุฒًุง ูˆَู„َุญْู…ًุง

“Anas bin Malik ketika telah tua, beliau memberi makan selama satu atau dua tahun, setiap satu hari puasa satu orang miskin, roti dan daging.” [Riwayat Al-Bukhari]

๐Ÿ“œ BEBERAPA PERMASALAHAN TERKAIT FIDYAH

➡ Yang wajib membayar fidyah hanya dua golongan: Orang tua yang tidak sanggup berpuasa dan orang sakit berkepanjangan yang sudah tidak dapat diharap kesembuhannya.

➡ Fidyah hendaklah diberikan dalam bentuk makanan tidak diuangkan (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/183 no. 5750), karena Allah ta’ala berfirman,

ูِุฏْูŠَุฉٌ ุทَุนَุงู…ُ ู…ِุณْูƒِูŠู†ٍ

“Membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” [Al-Baqoroh: 184]

➡ Dan para sahabat radhiyallahu’anhum membayar fidyah dalam bentuk makanan sebagaimana yang dilakukan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu.

➡ Kualitas makanan fidyah hendaklah sama dengan yang biasa kita dan keluarga kita makan (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/189 no. 2129).

➡ Fidyah boleh dibayarkan kepada satu orang miskin karena dalil tidak menentukan berapa orang miskin, berbeda dengan kaffaroh jima’, wajib dibagi kepada 60 orang miskin, sebagaimana akan datang pembahasannya lebih detail insya Allah.

➡ Fidyah boleh diberikan di awal, tengah dan Akhir Ramadhan.

➡ Bagi yang tidak mampu berpuasa dan tidak pula mampu membayar fidyah maka tidak ada kewajiban apa-apa baginya.

Disebutkan dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,

ูˆูŠูƒููŠ ุฏูุน ุฐู„ูƒ ุฅู„ู‰ ูู‚ูŠุฑ ูˆุงุญุฏ، ูˆุฅู† ุนุฌุฒุช ุนู† ุงู„ุฅุทุนุงู… ุณู‚ุท ุนู†ูƒ

“Boleh membayar fidyah kepada satu orang fakir, jika engkau tidak mampu maka hilang kewajiban membayar fidyah darimu.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 6/380 no. 15268]

Disebutkan juga dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,

ูˆูŠูƒููŠ ุฏูุน ุฐู„ูƒ ุฅู„ู‰ ู…ุณูƒูŠู† ูˆุงุญุฏ ุฃูˆ ุฃูƒุซุฑ ููŠ ุฃูˆู„ ุงู„ุดู‡ุฑ ุฃูˆ ุฃุซู†ุงุฆู‡ ุฃูˆ ุขุฎุฑู‡

“Boleh membayar fidyah kepada satu orang miskin atau lebih di awal bulan Ramadhan, atau pertengahan dan akhirnya.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 6/380 no. 15268 dan 9/128 no. 17029]

➡ Apabila Orang Sakit yang Sudah Tidak Diharapkan Kesembuhannya Ternyata Sembuh, Apa Kewajibannya?

“Sudah mencukupinya fidyah yang telah ia keluarkan dahulu setiap satu hari puasa yang ia tinggalkan, dan tidak wajib baginya meng-qodho’ puasa selama bulan-bulan waktu sakitnya tersebut, karena ketika itu ia dalam keadaan memiliki udzur dan ia telah melakukan kewajibannya saat itu.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/196 no. 4681]

➡ Demikian pula sebaliknya, apabila sakitnya masih diharapkan kesembuhannya pada awalnya, kemudian ternyata berlanjut terus dan tidak diharapkan lagi kesembuhannya, maka hendaklah ia membayar fidyah sebanyak hari-hari puasa yang telah ia tinggalkan tersebut (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/189 no. 2129)

๐Ÿ’พ Sumber: 

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/803643426451808:0

http://sofyanruray.info/hukum-puasa-dan-cara-membayar-fidyah-bagi-orang-sakit-dan-orang-tua/


════ ❁✿❁ ════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam - www.taawundakwah.com ⤵

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Ta'awun Dakwah
๐Ÿ“’ #Majelis_Ramadhan
๐Ÿ“— #Faidah_Tafsir

Cara Membayar Fidyah

๐Ÿ“š HUKUM PUASA DAN CARA MEMBAYAR FIDYAH BAGI ORANG SAKIT DAN ORANG TUA

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…َุฑِูŠุถًุง ุฃَูˆْ ุนَู„َู‰ ุณَูَุฑٍ ูَุนِุฏَّุฉٌ ู…ِู†ْ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ุฃُุฎَุฑَ ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠُุทِูŠู‚ُูˆู†َู‡ُ ูِุฏْูŠَุฉٌ ุทَุนَุงู…ُ ู…ِุณْูƒِูŠู†ٍ

“Maka siapa di antara kamu yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya hendaklah membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin.” [Al-Baqoroh: 184]

๐Ÿ“‹ MACAM-MACAM ORANG SAKIT

✅ Pertama: Sakit yang Masih Diharapkan Kesembuhannya

Keadaanya ada tiga:

Keadaan Pertama: Sakit yang tidak menyusahkan dan tidak membahayakan apabila seseorang berpuasa, seperti sakit yang sangat ringan, yang apabila ia berpuasa tidak memberikan pengaruh apa-apa, maka wajib berpuasa.

Sama dengan orang tua yang tidak merasa berat, tidak pula berpuasa membahayakannya dan masih mampu berpuasa, maka wajib berpuasa.

Keadaan Kedua: Sakit yang menyusahkan apabila seseorang berpuasa tapi tidak membahayakan, maka dimakruhkan baginya berpuasa, dan apabila ia tetap berpuasa maka puasanya sah. Dimakruhkan karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุฃَู†ْ ุชُุคْุชَู‰ ุฑُุฎَุตُู‡ُ، ูƒَู…َุง ูŠَูƒْุฑَู‡ُ ุฃَู†ْ ุชُุคْุชَู‰ ู…َุนْุตِูŠَุชُู‡ُ

“Sesungguhnya Allah mencintai keringanan-keringanan dari-Nya diambil, sebagaimana Allah membenci kemaksiatan kepada-Nya dilakukan.” [HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 1886]

Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

“Para ulama sepakat bahwa orang sakit yang memberatkan dirinya apabila ia berpuasa maka puasanya sah, dan mereka juga sepakat bahwa orang yang menderita karena suatu penyakit atau merasa lemah untuk berpuasa maka boleh baginya berbuka.” [Maraatibul Ijma’, hal. 71, sebagaimana dalam Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 120]

Keadaan Ketiga: Sakit yang membahayakan seseorang apabila berpuasa, seperti tertundanya kesembuhan atau memperparah penyakit, maka wajib atasnya berbuka, tidak boleh berpuasa. Karena Allah ta’ala berfirman,

ูˆَู„ุงَ ุชُู„ْู‚ُูˆุงْ ุจِุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุชَّู‡ْู„ُูƒَุฉِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” [Al-Baqoroh: 195]

๐Ÿ“œ Apa Kewajibannya? Kewajibannya adalah meng-qodho’ di luar bulan Ramadhan, di hari-hari yang tidak terlarang untuk puasa, sejumlah hari-hari puasa yang ia tinggalkan tersebut.

Apabila sakitnya berlanjut sampai Ramadhan tahun berikutnya dan masih tetap diharapkan kesembuhannya atau apabila berpuasa di tahun tersebut masih dikhawatirkan penyakitnya akan kambuh maka tidak apa-apa ia menunda qodho’ setelah Ramadhan berikutnya (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/185 no. 2433).

๐Ÿ“‹ Pembahasan Berikutnya:

✅ Kedua: Sakit yang Berkepanjangan dan Tidak Dapat Diharapkan Kesembuhannya dan Orang Tua yang Sudah Tidak Sanggup Berpuasa

๐Ÿ“œ Bagaimana Cara Mengetahui Macam-macam Sakit?

๐Ÿ“‹ CARA MEMBAYAR FIDYAH

➡ Apabila Orang Sakit yang Sudah Tidak Diharapkan Kesembuhannya Ternyata Sembuh, Apa Kewajibannya?

๐Ÿ’พ Baca Selengkapnya:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/803643426451808:0

http://sofyanruray.info/hukum-puasa-dan-cara-membayar-fidyah-bagi-orang-sakit-dan-orang-tua/


════ ❁✿❁ ════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam - www.taawundakwah.com ⤵

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Ta'awun Dakwah
๐Ÿ“’ #Majelis_Ramadhan
๐Ÿ“— #Faidah_Tafsir

Mengapa Masih Ada Maksiat Di Bulan Ramadhan

๐Ÿšง MENGAPA MASIH ADA MAKSIAT DI BULAN RAMADHAN PADAHAL SETAN-SETAN TELAH DIBELENGGU?

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِุฐَุง ุฏَุฎَู„َ ุฑَู…َุถَุงู†ُ ูُุชِّุญَุชْ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูˆَุบُู„ِّู‚َุชْ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุฌَู‡َู†َّู…َ ูˆَุณُู„ْุณِู„َุชِ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠู†ُ

“Apabila masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

ุฃَุชَุงูƒُู…ْ ุฑَู…َุถَุงู†ُ ุดَู‡ْุฑٌ ู…ُุจَุงุฑَูƒٌ ูَุฑَุถَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุตِูŠَุงู…َู‡ُ ، ุชُูْุชَุญُ ูِูŠู‡ِ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ، ูˆَุชُุบَู„َّู‚ُ ูِูŠู‡ِ ุฃَุจْูˆَุงุจُ ุงู„ْุฌَุญِูŠู…ِ ، ูˆَุชُุบَู„ُّ ูِูŠู‡ِ ู…َุฑَุฏَุฉُ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠู†ِ ، ู„ِู„َّู‡ِ ูِูŠู‡ِ ู„َูŠْู„َุฉٌ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†ْ ุฃَู„ْูِ ุดَู‡ْุฑٍ ู…َู†ْ ุญُุฑِู…َ ุฎَูŠْุฑَู‡َุง ูَู‚َุฏْ ุญُุฑِู…َ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan puasanya atas kalian, padanya pintu-pintu langit di buka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan yang paling durhaka dibelenggu, dan Allah memiliki satu malam padanya yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi kebaikannya maka sungguh ia telah benar-benar terhalangi.” [HR. Ahmad dan An-Nasaai dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 55]

Hadits-hadits yang mulia di atas menunjukkan bahwa Allah ta’ala menolong hamba-hamba-Nya untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya di bulan Ramadhan dengan mengikat setan-setan, tapi mengapa masih ada maksiat di bulan Ramadhan?

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Dan setan-setan dibelenggu, sehingga membuat kekuatan dan godaan mereka lemah karena belenggu tersebut, maka mereka tidak mampu melakukan di bulan Ramadhan seperti yang biasa mereka lakukan di bulan lainnya, tetapi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tidak mengatakan bahwa mereka dibunuh, tidak pula mati, namun beliau berkata, ‘Dibelenggu’, sedang setan yang dibelenggu masih mungkin menggoda, akan tetapi lebih sedikit dan lebih lemah daripada selain Ramadhan, namun itu terjadi sesuai dengan sempurna atau tidaknya puasa seseorang, maka siapa yang puasanya sempurna niscaya ia mampu melawan setan melebihi orang yang puasanya tidak sempurna.” [Majmu’ Al-Fatawa, 25/246]

✅ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menukil dari Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah,

"Sesungguhnya kemaksiatan itu hanyalah berkurang dari orang-orang yang berpuasa apabila puasanya memenuhi syarat-syarat puasa dan menjaga adab-adabnya.

Atau bisa juga bermakna bahwa yang dibelenggu itu hanyalah sebagian setan, yaitu para pembesar setan yang paling durhaka bukan seluruhnya, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya pada sebagian riwayat hadits.

Atau bisa juga maksudnya adalah pengurangan kejelekan-kejelekan di bulan Ramadhan, dan ini sesuatu yang dapat disaksikan, yaitu terjadinya kemaksiatan di bulan Ramadhan lebih sedikit dibanding bulan lainnya.

Karena dibelenggunya seluruh setan pun tidak dapat memastikan kejelekan dan kemaksiatan hilang sama sekali, sebab terjadinya kemaksiatan itu juga karena banyak sebab selain setan, seperti;

➡ Jiwa yang jelek,

➡ Kebiasaan yang tidak baik,

➡ Godaan setan-setan dari golongan manusia.

Dan berkata selain Al-Qurthubi tentang dibelenggunya setan-setan di bulan Ramadhan adalah isyarat bahwa telah dihilangkannya alasan bagi seorang mukallaf dalam melakukan dosa, seakan dikatakan kepadanya, ‘Setan-setan telah ditahan dari menggodamu, maka jangan lagi kamu menjadikan setan sebagai alasan dalam meninggalkan ketaatan dan melakukan maksiat’.” [Fathul Bari, 4/114-115]

๐Ÿ’พ Sumber:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/803505673132250:0

http://sofyanruray.info/mengapa-masih-ada-maksiat-di-bulan-ramadhan-padahal-setan-setan-telah-dibelenggu/


════ ❁✿❁ ════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Ta'awun Dakwah
๐Ÿ“’ #Majelis_Ramadhan
๐Ÿ“— #Mutiara_Sunnah

Hukum Menjual Makanan Kepada Orang Kafir Di Siang Ramadhan

๐Ÿ“‹ HUKUM MENJUAL MAKANAN KEPADA ORANG KAFIR DI SIANG HARI BULAN RAMADHAN

➡ Fatwa Dewan Ulama Senior dalam Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa:

ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ูุชุญ ุงู„ู…ุทุนู… ููŠ ู†ู‡ุงุฑ ุฑู…ุถุงู† ู„ู„ูƒูุงุฑ ูˆู„ุง ุฎุฏู…ุชู‡ู… ููŠู‡؛ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุญุงุฐูŠุฑ ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ ุงู„ุนุธูŠู…ุฉ، ู…ู† ุฅุนุงู†ุฉ ู„ู‡ู… ุนู„ู‰ ู…ุง ุญุฑู… ุงู„ู„ู‡، ูˆู…ุนู„ูˆู… ู…ู† ุงู„ุดุฑุน ุงู„ู…ุทู‡ุฑ ุฃู† ุงู„ูƒูุงุฑ ู…ุฎุงุทุจูˆู† ุจุฃุตูˆู„ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ูˆูุฑูˆุนู‡ุง، ูˆู„ุง ุฑูŠุจ ุฃู† ุตูŠุงู… ุฑู…ุถุงู† ู…ู† ุฃุฑูƒุงู† ุงู„ุฅุณู„ุงู…، ูˆุฃู† ุงู„ูˆุงุฌุจ ุนู„ูŠู‡ู… ูุนู„ ุฐู„ูƒ ู…ุน ุชุญู‚ูŠู‚ ุดุฑุทู‡ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฏุฎูˆู„ ููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู…

“Tidak boleh membuka rumah makan di siang hari Ramadhan untuk orang-orang kafir dan membantu mereka untuk makan, karena itu sangat terlarang dalam syari’at, yaitu menolong mereka untuk melakukan apa yang Allah haramkan, karena dimaklumi bahwa orang-orang kafir pun diperintahkan untuk mengamalkan pokok syari’at dan cabangnya, dan tidak diragukan lagi bahwa puasa Ramadhan termasuk rukun Islam, maka wajib atas mereka berpuasa dengan memenuhi syarat puasa, yaitu masuk Islam.”

๐Ÿ“š [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/37 no. 17717]

๐Ÿ’ป Sumber:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/803154259834058:0

http://sofyanruray.info/syarat-syarat-wajibnya-puasa/


════ ❁✿❁ ════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam - www.taawundakwah.com ⤵

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Ta'awun Dakwah
๐Ÿ“’ #Majelis_Ramadhan
๐Ÿ“— #Fatwa_Ulama

Syarat-syarat Wajibnya Puasa


๐Ÿ“ SYARAT-SYARAT WAJIBNYA PUASA

✅ Syarat Pertama: Islam

Karena ibadah orang kafir tidak akan diterima Allah ta’ala, sebagaimana firman-Nya,

ูˆَู…َุง ู…َู†َุนَู‡ُู…ْ ุฃَู† ุชُู‚ْุจَู„َ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ู†َูَู‚َุงุชُู‡ُู…ْ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ูƒَูَุฑُูˆุงْ ุจِุงู„ู„ู‡ ูˆَุจِุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.” [At-Taubah: 54]

Dan firman Allah ta’ala,

ูˆَู‚َุฏِู…ْู†َุง ุฅِู„َู‰ ู…َุง ุนَู…ِู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ٍ ูَุฌَุนَู„ْู†َุงู‡ُ ู‡َุจَุงุก ู…َّู†ุซُูˆุฑًุง

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” [Al-Furqon: 23]

Dan firman Allah ta’ala,

ูˆَู„َูˆْ ุฃَุดْุฑَูƒُูˆุง ู„َุญَุจِุทَ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [Al-An’am: 88]

Dan firman Allah ta’ala,

ู„َุฆِู†ْ ุฃَุดْุฑَูƒْุชَ ู„َูŠَุญْุจَุทَู†َّ ุนَู…َู„ُูƒَ

“Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan terhapuslah amalanmu.” [Az-Zumar: 65]

Akan tetapi orang-orang kafir pun akan mendapatkan azab karena mereka menyekutukan Allah atau kafir kepada-Nya, dan juga karena meninggalkan puasa dan amalan-amalan lainnya, karena perintah dan larangan syari’at juga tertuju kepada mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala,

ู…َุง ุณَู„َูƒَูƒُู…ْ ูِูŠ ุณَู‚َุฑ * ู‚َุงู„ُูˆุง ู„َู…ْ ู†َูƒُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุตَู„ِّูŠู† * ูˆَู„َู…ْ ู†َูƒُ ู†ُุทْุนِู…ُ ุงู„ْู…ِุณْูƒِูŠู†* ูˆَูƒُู†َّุง ู†َุฎُูˆุถُ ู…َุนَ ุงู„ْุฎَุงุฆِุถِูŠู† * ูˆَูƒُู†َّุง ู†ُูƒَุฐِّุจُ ุจِูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู† * ุญَุชَّู‰ ุฃَุชَุงู†َุง ุงู„ْูŠَู‚ِูŠู†

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.” [Al-Mudatstsir: 42-47]

➡ Apabila Orang Kafir Masuk Islam di Siang Hari Ramadhan

Apabila orang kafir masuk Islam di siang hari maka hendaklah ia memulai puasa pada saat itu juga sampai terbenam matahari, puasanya sah dan tidak perlu meng-qodho’, ini pendapat yang terkuat insya Allah dari dua pendapat ulama (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah, 19/76, sebagaimana dalam Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 83).

๐Ÿ“‹ Pembahasan Berikutnya:

➡ Hukum Menjual Makanan kepada Orang Kafir di Siang Hari Bulan Ramadhan

✅ Syarat Kedua: Baligh

➡ Apabila Anak Baligh di Siang Hari Ramadhan

➡ Cara Mengetahui Usia Baligh

✅ Syarat Ketiga: Berakal

➡ Apabila Kadang Sadar dan Kadang Gila

➡ Hukum Orang Tua yang Pikun

✅ Syarat Keempat: Mampu

➡ Siapa yang Termasuk Kategori Tidak Mampu Puasa dan Apa Kewajibannya?

➡ Hukum Puasa Wanita Hamil dan Menyusui

✅ Syarat Kelima: Mukim

✅ Syarat Keenam: Tidak Ada Penghalang (Syarat Khusus Wanita)

๐Ÿ’ป Baca Selengkapnya:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/803154259834058:0

http://sofyanruray.info/syarat-syarat-wajibnya-puasa/


════ ❁✿❁ ════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam - www.taawundakwah.com ⤵

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Ta'awun Dakwah
๐Ÿ“’ #Majelis_Ramadhan
๐Ÿ“— #Mutiara_Sunnah

Keberkahan Makan Sahur


☕ RAIHLAH KEBERKAHAN DENGAN MAKAN SAHUR

✅ Pertama: Makna Makan Sahur

Makan sahur artinya,

ูƒู„ ุทุนุงู…ٍ ุฃูˆ ุดุฑุงุจٍ ูŠَุชَุบَุฐَّู‰ ุจู‡ ุขุฎุฑ ุงู„ู„ูŠู„ ููŠ ุงู„ุณุญุฑ ู…ู† ุฃุฑุงุฏ ุงู„ุตูŠุงู…

“Setiap makanan dan minuman yang dimakan oleh orang yang hendak berpuasa di akhir malam, di waktu sahur.” [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 247]

✅ Kedua: Hukum Makan Sahur

Ulama seluruhnya sepakat bahwa makan sahur hukumnya sunnah, sebagaimana yang dinukil oleh Ibnul Mundzir rahimahullah (Lihat Fathul Baari, 4/139).

Karena itu, makan sahur tidak mempengaruhi sah atau tidaknya puasa, andaikan seseorang berpuasa tanpa makan sahur maka puasanya sah, bahkan tetap wajib baginya untuk berpuasa Ramadhan walau tidak sempat makan sahur. Dan tidak ada dosa baginya apabila tidak makan sahur dengan sengaja, namun ia tidak mendapatkan keutamaan dan keberkahan sahur yang melimpah.

✅ Ketiga: Waktu Makan Sahur

Waktu sahur adalah sepertiga malam yang terakhir sampai terbit fajar (Lihat Lisaanul Arab, 4/350, sebagaimana dalam Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 247).

Disebut makan sahur karena dilakukan di waktu sahur, dan yang lebih afdhal dilakukan di akhir waktu sahur. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ุจูƒِّุฑูˆุง ุจุงู„ุฅูุทุงุฑِ، ูˆุฃุฎِّุฑูˆุง ุงู„ุณุญูˆุฑَ

“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.” [HR. Ibnu Adi dan Ad-Dailami dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu,Ash-Shahihah: 1773]

Tabi’in yang Mulia ‘Amr bin Maimun rahimahullah berkata,

ูƒَุงู†َ ุฃَุตْุญَุงุจُ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ، ุฃَุนْุฌَู„َ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฅِูْุทَุงุฑًุง ูˆَุฃَุจْุทَุฃَู‡َู…ْ ุณُุญُูˆุฑًุง

“Dahulu para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam paling cepat berbuka dan paling lambat makan sahur.” [Diriwayatkan Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro: 8127]

✅ Keempat: Akhir Waktu Sahur yang Disunnahkan

Akhir waktu sahur adalah mendekati waktu Shubuh seukuran membaca 50 ayat, dan itulah waktu terbaik untuk makan sahur. Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu, beliau berkata,

ุชَุณَุญَّุฑْู†َุง ู…َุนَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุซُู…َّ ู‚َุงู…َ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ู‚ُู„ْุชُ ูƒَู…ْ ูƒَุงู†َ ุจَูŠْู†َ ุงู„ุฃَุฐَุงู†ِ ูˆَุงู„ุณَّุญُูˆุฑِ ู‚َุงู„َ ู‚َุฏْุฑُ ุฎَู…ْุณِูŠู†َ ุขูŠَุฉً

“Kami makan sahur bersama Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, kemudian beliau bangkit untuk sholat Shubuh.” Aku (Anas bin Malik) berkata: Berapa jarak antara adzan dan sahur? Beliau (Zaid bin Tsabit) berkata: “Seukuran membaca 50 ayat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

ู‚َุฏْุฑُ ุฎَู…ْุณِูŠู†َ ุขูŠَุฉً ุฃَูŠْ ู…ُุชَูˆَุณِّุทَุฉً ู„َุง ุทَูˆِูŠู„َุฉً ูˆَู„َุง ู‚َุตِูŠุฑَุฉً ู„َุง ุณَุฑِูŠุนَุฉً ูˆَู„َุง ุจَุทِูŠุฆَุฉً

“Seukuran 50 ayat adalah yang pertengahan, tidak panjang dan tidak pendek, tidak dibaca cepat dan tidak pula lambat.” [Fathul Baari, 4/138]

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

ุฎู…ุณูˆู† ุขูŠุฉ: ู…ู† ุนุดุฑ ุฏู‚ุงุฆู‚ ุฅู„ู‰ ุฑุจุน ุงู„ุณุงุนุฉ ุฅุฐุง ู‚ุฑุฃ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ุฑุชู„ุฉ ุฃูˆ ุฏูˆู† ุฐู„ูƒ ูˆู‡ุฐุง ูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุคุฎุฑ ุงู„ุณุญูˆุฑ ุชุฃุฎูŠุฑุง ุจุงู„ุบุง ูˆุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ูŠู‚ุฏู… ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ูˆู„ุง ูŠุชุฃุฎุฑ

“Seukuran membaca 50 ayat adalah sekitar 10 sampai 15 menit, apabila seseorang membaca dengan perlahan-lahan atau sedikit lambat. Dan ini menunjukkan bahwa Rasul shallallahu’alaihi wa sallam benar-benar mengakhirkan waktu makan sahur dan bahwa beliau bersegera untuk sholat Shubuh dan tidak terlambat.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 5/285]

๐Ÿ“‹ Pembahasan Berikutnya:

✅ Kelima: Permasalahan Waktu Imsak

✅ Keenam: Anjuran Makan Sahur Bersama

✅ Ketujuh: Adakah Menu Makan Sahur yang Dianjurkan?

✅ Kedelapan: Apa Saja Keberkahan Makan Sahur?

✅ Kesembilan: [Faidah Penting] Amalan Batin Saat Makan Sahur

✅ Kesepuluh: Apabila Mendengar Adzan Shubuh Saat Makan Sahur

๐Ÿ’ป Baca Selengkapnya:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/802654453217372:0

http://sofyanruray.info/raihlah-keberkahan-dengan-makan-sahur/


════ ❁✿❁ ════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Ta'awun Dakwah
๐Ÿ“’ #Majelis_Ramadhan
๐Ÿ“— #Mutiara_Sunnah