JANGAN SEMBARANGAN MEMILIH TEMAN!
Ambillah teman dari kalangan ahli ilmu atau penuntut ilmu dan jangan berteman dengan pecinta dunia yang lalai menuntut ilmu, menganggap remeh ilmu, ahlinya dan majelisnya!
Sebaiknya kita mencari teman dari kalangan orang orang berilmu dan zuhud, karena duduk bersama mereka bagaikan mengkonsumsi makanan yang bergizi.
Salah seorang ahli hikmah berkata kepada anknya, "Wahai anakku dekatlah dengan para ulama dan merapatlah kepada mereka. Sesungguhnya hati akan hidup dengan ilmu sebagaimana bumi yang mati akan hidup dengan air hujan."
Dalam sebuah atsar mauquf disebutkan:
"Jadilah seorang 'alim, atau seorang penuntut ilmu, atau seorang mustami' (hadirin), atau pecinta mereka (simpatisan) dan janganlah menjadi yang kelima, niscaya kamu binasa."
'Atha bin Muslim berkata, Mis'ar berkata kepadaku, "Engkau tambahkan yang kelima, namun mereka tidak ada di kalangan kami." Ia berkata, "Yang kelima adalah engkau membenci ilmu dan ahli ilmu."
Para ulama salaf mengatakan, "Maha suci Allah, Allah telah menjadikan bagi mereka jalan keluar. Yakni tidak ada yang keluar dari empat golongan yang pertama dan terpuji itu kecuali golongan kelima yang binasa. Yaitu orang yang bukan 'alim, bukan penuntut ilmu, bukan mustami' dan bukan juga pecinta ahli imu. Dialah orang yang binasa. Sebab barangsiapa membenci ahli ilmu, berarti ia menyukai kebinasaan mereka. Barangsiapa menyukai kebinasaan ahli ilmu berarti ia suka bila cahaya Allah di muka bumi padam sehingga muncullah perbuatan maksiat dan kerusakan. Dan dikhawatirkan tidak akan diangkat satu amalan pun kepada Allah!! Sebagaimana yang dikatakan oleh Sufyan ats Tsauri dan para ulama Salaf lainnya.
Bila kita berteman dengan ahli ilmu dan penuntut ilmu lambat laun kita akan terbiasa mengikuti majelis ilmu dan tidak canggung lagi. Di samping itu kita akan mendapatkan banyak sekali faedah dari mereka. Bahkan kita dapat bertanya kepada mereka tentang perkara-perkara agama kita.
Adapun berteman dengan pecinta dunia akan membuat hati sempit. Lambat laun kita pun akan terkena penyakit wahn... Ya penyakit cinta dunia. Sehingga materilah yang menjadi ukuran satu-satunya. Kesuksesan dan kebahagiaan diukur dengan materi yang dimiliki...
dari: Indahnya Mencintai Karena Allah karya Ustadzah Ummu Ihsan dan Ustadz Abu Ihsan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar