Tampilkan postingan dengan label tatsabbut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tatsabbut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juli 2016

Tatsabbut Dan Tabayyun (3)

๐ŸŒด DALAM PERKARA APA BUTUH TATSABBUT DAN TABAYYUN ? 3 ๐ŸŒด 

3. Berita tentang kepribadian seorang muslim

Saudaraku seiman, asalnya seorang muslim adalah baik. Kita tidak boleh memvonis bahwa si fulan begini dan begitu tanpa ada bukti yang kuat. Dahulukanlah asas husnuzhan (baik sangka) kepada seorang muslim. Berbaiksangkalah kepadanya sebelum kita berkomentar jelek. Cek (periksa)lah kebenaran berita yang sampai kepadamu tentang kepribadian seorang muslim yang engkau dengar, jangan langsung engkau percayai, takutlah bertindak tanpa ilmu. 

Alloh ๏ทป berfirman:

ูˆَู„ุง ุชَู‚ْูُ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู„َูƒَ ุจِู‡ِ ุนِู„ْู…ٌ ุฅِู†َّ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูˆَุงู„ْูُุคَุงุฏَ ูƒُู„ُّ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ูƒَุงู†َ ุนَู†ْู‡ُ ู…َุณْุฆُูˆู„ุง

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawaban. (QS. al-Israa' [17]: 36)

Periksalah terlebih dahulu kebenarannya, terlebih lagi jika yang membawa berita adalah orang fasik. 

Alloh ๏ทป berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†ْ ุฌَุงุกَูƒُู…ْ ูَุงุณِู‚ٌ ุจِู†َุจَุฅٍ ูَุชَุจَูŠَّู†ُูˆุง ุฃَู†ْ ุชُุตِูŠุจُูˆุง ู‚َูˆْู…ًุง ุจِุฌَู‡َุงู„َุฉٍ ูَุชُุตْุจِุญُูˆุง ุนَู„َู‰ ู…َุง ูَุนَู„ْุชُู…ْ ู†َุงุฏِู…ِูŠู†َ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS al-Hujuraat [49]: 6)

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di berkata, "Yang wajib ketika datang berita dari orang fasik adalah memeriksanya dengan teliti terlebih dahulu. Jika ada indikasi atas kebenarannya maka bisa dibenarkan dan diamalkan. Jika ternyata beritanya dusta maka tidak boleh dibenarkan. Ayat ini menunjukkan bahwa berita orang yang jujur adalah diterima, berita orang yang dusta adalah tertolak, dan berita orang yang fasik tergantung pada indikasi yang ada sebagaimana telah kami sebutkan. Oleh karena itu, para generasi salaf menerima periwayatan yang banyak dari orang-orang Khawarij yang terkenal kejujurannya sekalipun mereka orang-orang fasik."1

Umar bin Khathab ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ berkata, "Janganlah kamu curiga terhadap sebuah ucapan yang terlontar dari saudaramu muslim melainkan kebaikan, dan dirimu masih mendapati celah kebaikan di dalam ucapan tersebut."2

Jangan buruk sangka kepada saudaramu yang terkadang semua ini hanya dilandasi hawa nafsu atau kebencian kepada saudara kita!!

Alloh ๏ทป berfirman:

ูˆَู…َุง ูŠَุชَّุจِุนُ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุฅِู„ุง ุธَู†ًّุง ุฅِู†َّ ุงู„ุธَّู†َّ ู„ุง ูŠُุบْู†ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْุญَู‚ِّ ุดَูŠْุฆًุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَู„ِูŠู…ٌ ุจِู…َุง ูŠَูْุนَู„ُูˆู†َ

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Yuunus [10]: 36)

Alloh ๏ทป juga berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุฌْุชَู†ِุจُูˆุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…ِู†َ ุงู„ุธَّู†ِّ ุฅِู†َّ ุจَุนْุถَ ุงู„ุธَّู†ِّ ุฅِุซْู…ٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS al-Hujuraat [49]: 12)

Imam Ibnu Katsir berkata, "Alloh ๏ทป melarang para hamba-Nya yang beriman perbuatan banyak curiga, prasangka, dan dugaan baik kepada keluarga, kerabat, atau manusia pada umumnya jika tidak pada tempatnya. Sebab, pada sebagian prasangka dan curiga itu terdapat dosa. Maka jauhilah perbuatan banyak curiga sebagai antisipasi dari dosa."3

Ayat tersebut sangat jelas, bahwa buruk sangka kepada saudara kita seakidah, tanpa ada keinginan untuk tabayyun dan tatsabbut termasuk dosa besar yang dilarang!

Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata, "Dosa besar ini termasuk perkara yang harus diketahui oleh seorang mukalaf agar dia bisa terhindar dan dapat mengobatinya. Sebab, barang siapa di dalam hatinya ada perangai buruk sangka, dia tidak akan berjumpa dengan Alloh dalam keadaan hati yang selamat. Dosa besar ini menjadikan seorang hamba tercela, lebih besar celaannya daripada perbuatan zina, mencuri, minum khamar, dan dosa lainnya karena dampak kerusakan dari buruk sangka sangat besar, pengaruhnya sangat jelek dan akan terus ada."4
____

Tatsabbut Dan Tabayyun (3)

๐ŸŒด DALAM PERKARA APA BUTUH TATSABBUT DAN TABAYYUN ? 3 ๐ŸŒด 

3. Berita tentang kepribadian seorang muslim

Saudaraku seiman, asalnya seorang muslim adalah baik. Kita tidak boleh memvonis bahwa si fulan begini dan begitu tanpa ada bukti yang kuat. Dahulukanlah asas husnuzhan (baik sangka) kepada seorang muslim. Berbaiksangkalah kepadanya sebelum kita berkomentar jelek. Cek (periksa)lah kebenaran berita yang sampai kepadamu tentang kepribadian seorang muslim yang engkau dengar, jangan langsung engkau percayai, takutlah bertindak tanpa ilmu. 

Alloh ๏ทป berfirman:

ูˆَู„ุง ุชَู‚ْูُ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู„َูƒَ ุจِู‡ِ ุนِู„ْู…ٌ ุฅِู†َّ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูˆَุงู„ْูُุคَุงุฏَ ูƒُู„ُّ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ูƒَุงู†َ ุนَู†ْู‡ُ ู…َุณْุฆُูˆู„ุง

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawaban. (QS. al-Israa' [17]: 36)

Periksalah terlebih dahulu kebenarannya, terlebih lagi jika yang membawa berita adalah orang fasik. 

Alloh ๏ทป berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†ْ ุฌَุงุกَูƒُู…ْ ูَุงุณِู‚ٌ ุจِู†َุจَุฅٍ ูَุชَุจَูŠَّู†ُูˆุง ุฃَู†ْ ุชُุตِูŠุจُูˆุง ู‚َูˆْู…ًุง ุจِุฌَู‡َุงู„َุฉٍ ูَุชُุตْุจِุญُูˆุง ุนَู„َู‰ ู…َุง ูَุนَู„ْุชُู…ْ ู†َุงุฏِู…ِูŠู†َ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS al-Hujuraat [49]: 6)

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di berkata, "Yang wajib ketika datang berita dari orang fasik adalah memeriksanya dengan teliti terlebih dahulu. Jika ada indikasi atas kebenarannya maka bisa dibenarkan dan diamalkan. Jika ternyata beritanya dusta maka tidak boleh dibenarkan. Ayat ini menunjukkan bahwa berita orang yang jujur adalah diterima, berita orang yang dusta adalah tertolak, dan berita orang yang fasik tergantung pada indikasi yang ada sebagaimana telah kami sebutkan. Oleh karena itu, para generasi salaf menerima periwayatan yang banyak dari orang-orang Khawarij yang terkenal kejujurannya sekalipun mereka orang-orang fasik."1

Umar bin Khathab ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ berkata, "Janganlah kamu curiga terhadap sebuah ucapan yang terlontar dari saudaramu muslim melainkan kebaikan, dan dirimu masih mendapati celah kebaikan di dalam ucapan tersebut."2

Jangan buruk sangka kepada saudaramu yang terkadang semua ini hanya dilandasi hawa nafsu atau kebencian kepada saudara kita!!

Alloh ๏ทป berfirman:

ูˆَู…َุง ูŠَุชَّุจِุนُ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุฅِู„ุง ุธَู†ًّุง ุฅِู†َّ ุงู„ุธَّู†َّ ู„ุง ูŠُุบْู†ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْุญَู‚ِّ ุดَูŠْุฆًุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَู„ِูŠู…ٌ ุจِู…َุง ูŠَูْุนَู„ُูˆู†َ

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Yuunus [10]: 36)

Alloh ๏ทป juga berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุฌْุชَู†ِุจُูˆุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…ِู†َ ุงู„ุธَّู†ِّ ุฅِู†َّ ุจَุนْุถَ ุงู„ุธَّู†ِّ ุฅِุซْู…ٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS al-Hujuraat [49]: 12)

Imam Ibnu Katsir berkata, "Alloh ๏ทป melarang para hamba-Nya yang beriman perbuatan banyak curiga, prasangka, dan dugaan baik kepada keluarga, kerabat, atau manusia pada umumnya jika tidak pada tempatnya. Sebab, pada sebagian prasangka dan curiga itu terdapat dosa. Maka jauhilah perbuatan banyak curiga sebagai antisipasi dari dosa."3

Ayat tersebut sangat jelas, bahwa buruk sangka kepada saudara kita seakidah, tanpa ada keinginan untuk tabayyun dan tatsabbut termasuk dosa besar yang dilarang!

Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata, "Dosa besar ini termasuk perkara yang harus diketahui oleh seorang mukalaf agar dia bisa terhindar dan dapat mengobatinya. Sebab, barang siapa di dalam hatinya ada perangai buruk sangka, dia tidak akan berjumpa dengan Alloh dalam keadaan hati yang selamat. Dosa besar ini menjadikan seorang hamba tercela, lebih besar celaannya daripada perbuatan zina, mencuri, minum khamar, dan dosa lainnya karena dampak kerusakan dari buruk sangka sangat besar, pengaruhnya sangat jelek dan akan terus ada."4
____

Tatsabbut

๐ŸŒด APA ITU "TATSABBUT" ?

Ketika kedustaan sudah menyebar, kebencian dan hasad sudah merasuk ke dalam jiwa, maka setiap berita yang datang kepada kita harus diteliti terlebih dahulu sebelum diyakini kebenarannya.

Sikap hati-hati merupakan cerminan keimanan dan keilmuan seseorang. la merupakan nilai Islam yang sudah pudar pada zaman ini.

Apa yang dimaksud dengan tatsabbut (ุชَุซَุจُّุช)? Dalam perkara apa kita perlu tatsabbut? Ikuti ulasan ringkas tentangnya berikut ini. Allohul-Muwaffiq.

Al-Imam asy-Syaukani berkata, "Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti, sedang yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang hingga menjadi jelas dan terang baginya."1
_______________
1. Fat-hul Qadiir, asy-Syaukani, 5/65.


๐ŸŒด DALIL-DALIL YANG MEMERINTAHKANNYA

Memeriksa dengan teliti berita yang sampai dan tidak tergesa-gesa dalam menyampaikannya telah diperintahkan oleh Alloh dan Rosul-Nya dalam dalil-dalil yang banyak, di antaranya:

1.   Dari al-Qur'an 

Alloh ๏ทป berfirman:

ูˆَู„ุง ุชَู‚ْูُ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู„َูƒَ ุจِู‡ِ ุนِู„ْู…ٌ ุฅِู†َّ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูˆَุงู„ْูُุคَุงุฏَ ูƒُู„ُّ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ูƒَุงู†َ ุนَู†ْู‡ُ ู…َุณْุฆُูˆู„ุง

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban. (QS al-Israa' [17]: 36)

Ayat di atas sangat jelas melarang kita berbicara tanpa ilmu, berbicara atau bertindak tanpa ada ilmunya, maka ayat ini memerintahkan kebalikannya (yaitu) agar kita selalu mendahulukan ilmu sebelum berkata dan berbuat. Inilah yang ditegaskan oleh al-Imam al-Bukhari di dalam perkataannya, "Baab: al-Ilmu qabla al-qaul wal 'amal (Bab: Ilmu itu sebelum berkata dan berbuat)."1

2.   Dari Hadis

Dari Abu Hurairah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ bahwasanya Rosululloh ๏ทบ bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฑْุถَู‰ ู„َูƒُู…ْ ุซَู„َุงุซًุง ูˆَูŠَูƒْุฑَู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ุซَู„َุงุซًุง، ูَูŠَุฑْุถَู‰ ู„َูƒُู…ْ ุฃَู†ْ ุชَุนْุจُุฏُูˆู‡ُ ูˆَู„َุง ุชُุดْุฑِูƒُูˆุง ุจِู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง، ูˆَุฃَู†ْ ุชَุนْุชَุตِู…ُูˆุง ุจِุญَุจْู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฌَู…ِูŠุนًุง، ูˆَู„َุง ุชَูَุฑَّู‚ُูˆุง، ูˆَูŠَูƒْุฑَู‡ُ ู„َูƒُู…ْ: ู‚ِูŠู„َ ูˆَู‚َุงู„َ، ูˆَูƒَุซْุฑَุฉَ ุงู„ุณُّุคَุงู„ِ، ูˆَุฅِุถَุงุนَุฉِ ุงู„ْู…َุงู„ِ
"Sesungguhnya Alloh menyenangi tiga perkara dan membenci tiga perkara. Alloh menyenangi: kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya kepada sesuatu apa pun, kalian berpegang teguh dengan tali Alloh, dan tidak berpecah belah. Dan Alloh membenci tiga perkara: qiila wa qaal (menyebar isu), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta."2

Sikap hati-hati, meneliti setiap berita baik yang berhubungan dengan suatu peristiwa atau berhubungan dengan kepribadian orang adalah sikap terpuji. 

Nabi ๏ทบ berkata kepada Asyaj Abdil Qais:

ุฅِู†َّ ูِูŠูƒَ ู„َุฎَุตْู„َุชَูŠْู†ِ ูŠُุญِุจُّู‡ُู…َุง ุงู„ู„َّู‡ُ: ุงู„ْู€ุญِู„ْู…ُ، ูˆَุงู„ุฃَู†َุงุฉُ

"Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai oleh Alloh yaitu al-hilm dan al-anaah"3

Maksud al-anaah di dalam hadis di atas adalah tatsabbut dan tidak tergesa-gesa.4

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, "Kabar apa pun, apabila engkau ingin menukilnya maka wajib (atasmu) memeriksanya terlebih dahulu, apakah benar kabar tersebut dari orang yang engkau nukil atau tidak. Kemudian jika benar maka jangan langsung menghukumi hingga engkau periksa dalam vonis tersebut, barangkali kabar yang engkau dengar berdasarkan pada pokok yang engkau tidak mengetahuinya sehingga engkau memvonis bahwa ia di atas kesalahan, namun kenyataannya tidak salah."5
_______________
1.  Shahiih al-Bukhaariy 1/24.
2.  HR Muslim: 1715.
3.  HR Muslim: 18.
4.  Syarh Shahiih Muslim, an-Nawawi, 1/189.
5.  Syarh Hilyah Thaalib al-'Ilm hlm. 53.

Sumber: http://www.groupmaribelajarislam.com/2016/07/apa-itu-tatsabbut.html

✅ Silahkan di share semoga bermanfaat bagi yang lain...

๐Ÿ“ข Telegram MBI : https://goo.gl/qWr3rp
Website MBI: http://bit.ly/24srjBv

=========๐Ÿƒ๐Ÿ€๐Ÿƒ=========

Selasa, 05 Juli 2016

Tatsabbut Dan Tabayyun (2)

๐ŸŒด DALAM PERKARA APA BUTUH TATSABBUT DAN TABAYYUN ? 2 ๐ŸŒด 

2. Menukil Ilmu 

Kemajuan teknologi zaman sekarang adalah hal yang patut kita syukuri, berkembangnya dunia maya (internet) dengan adanya Facebook, Twitter, WhatsApp, BBM, dan sebagainya harus kita sikapi dengan bijak. Terlebih ketika menukil ilmu, baik hadits, hukum fikih, dan lainnya, hendaknya tidak asal nukil sembarangan tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Sebab, hal tersebut termasuk di dalam ranah agama yang setiap orang dilarang berbicara tanpa ilmu atau menyebarkan setiap yang dia dengar tanpa tahu benar atau salah. 

Rosululloh ๏ทบ bersabda: 

ูƒَูَู‰ ุจِุงู„ْู…َุฑْุกِ ุฅِุซْู…ًุง ุฃَู†ْ ูŠُู€ุญَุฏِّุซَ ุจِูƒُู„ِّ ู…َุงุณَู…ِุนَ 

"Cukuplah seseorang berdosa bila dia mengatakan segala apa yang didengarnya."1 

Sebuah kenyataan pahit, penyakit 'asal share' dari suatu nukilan ilmu telah melanda luas pada kaum muslimin. Asal dilihat baik tulisannya langsung dibagikan, padahal tidak sedikit dari nukilan tersebut mengandung hadits yang lemah atau berbau tasawuf!! Hati-hatilah, wahai saudaraku, peganglah asas tatsabbut sebelum menyebarkan nukilan suatu ilmu. Allohul-Musta'aan.
____________________
1. HR Abu Dawud: 4992 disahihkan oleh Syaikh al-Albani di dalam ash-Shahiihah no. 2025. 

{Referensi: Stop!! Jangan Tergesa-gesa MELAHAP BERITA, Ust. Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ , Majalah Al-Furqon No.163 Ed.4 Th. ke-14_ 1436 H / 2015 M.}

Sumber: http://www.groupmaribelajarislam.com/2016/07/dalam-perkara-apa-butuh-tatsabbut-dan_64.html

✅ Silahkan di share semoga bermanfaat bagi yang lain...

๐Ÿ“ข Telegram MBI : https://goo.gl/qWr3rp
Website MBI: http://bit.ly/24srjBv

=========๐Ÿƒ๐Ÿ€๐Ÿƒ=========

Tatsabbut Dan Tabayyun

๐ŸŒด DALAM PERKARA APA BUTUH TATSABBUT DAN TABAYYUN ? 1 ๐ŸŒด 

1. Berita tentang suatu peristiwa dan kejadian yang menyangkut orang banyak

Terkadang kita dihebohkan dan dibuat takut dengan suatu berita yang belum jelas kebenarannya, hanya ingin membuat takut kaum muslimin. Seharusnya jika datang suatu berita yang berhubungan dengan keamanan dan orang banyak, berita tersebut diserahkan kepada ahlinya bukan malah disebarkan tanpa tabayyun dan tatsabbut. 

Alloh ๏ทป berfirman:

ูˆَุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَู‡ُู…ْ ุฃَู…ْุฑٌ ู…ِู†َ ุงู„ุฃู…ْู†ِ ุฃَูˆِ ุงู„ْุฎَูˆْูِ ุฃَุฐَุงุนُูˆุง ุจِู‡ِ ูˆَู„َูˆْ ุฑَุฏُّูˆู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ูˆَุฅِู„َู‰ ุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ุฃู…ْุฑِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ู„َุนَู„ِู…َู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุณْุชَู†ْุจِุทُูˆู†َู‡ُ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَู„َูˆْู„ุง ูَุถْู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุชُู‡ُ ู„ุงุชَّุจَุนْุชُู…ُ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ุฅِู„ุง ู‚َู„ِูŠู„ุง

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil-amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rosul dan ulil-amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Alloh kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu). (QS an-Nisaa' [4]: 83)

Al-Imam Ibnu Katsir berkata, "Firman Alloh 'Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya', maksudnya adalah pengingkaran bagi setiap orang yang tergesa-gesa dalam suatu perkara tanpa mengeceknya terlebih dahulu, dia langsung mengabarkan dan menyebarkan saja, padahal bisa jadi berita tersebut tidak benar."1

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di berkata, "Ini adalah pemberian adab dari Alloh kepada hamba-hamba-Nya bahwa perbuatan (menebarkan setiap berita) itu tidak layak. Hendaknya apabila datang kepada mereka berita tentang urusan-urusan yang penting dan kemaslahatan umum yang berhubungan dengan keamanan dan kegembiraan kaum muslimin atau berhubungan dengan ketakutan yang menjadi musibah bagi mereka agar diperiksa dahulu secara saksama (tatsabbut) dan janganlah mereka tergesa-gesa menyebarkan berita tersebut, tetapi mengembalikannya kepada Rosul dan ulil-amri yaitu 'ahli ilmu dan akal' yang mengetahui hakikat perkara itu dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya."2
____________________
1. Tafsiir Ibn Katsiir 2/365.
2. Taisiir Kariim ar-Rahmaan hlm. 154.

Sumber: http://www.groupmaribelajarislam.com/2016/07/dalam-perkara-apa-butuh-tatsabbut-dan_2.html

✅ Silahkan di share semoga bermanfaat bagi yang lain...

๐Ÿ“ข Telegram MBI : https://goo.gl/qWr3rp
Website MBI: http://bit.ly/24srjBv

=========๐Ÿƒ๐Ÿ€๐Ÿƒ=========